Terdakwa Mengakui Aniaya Bos Alat Berat

0

SAMARINDA-KALTIM, BERITAANDA – Sidang pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan keterangan saksi yang mendudukan terdakwa Ulfiansyah alias Ulfi (44) di Pengadilan Negeri Samarinda, akhirnya digelar, Senin (18/9/2017) sore.

Dihadapan ketua majelis hakim yang dipimpin Achmad Rasyid Purba didampingi hakim anggota Abdul Rahman Karim dan Maskur, terdakwa Ulfi mengakui memukul korban Rudiyanto satu kali.

“Saya memukul sekali saja dengan tangan kosong yang mulia,” sebut terdakwa ketika ditanya hakim.

Apa alasan saudara terdakwa melakukan pemukulan kepada korban, cecar hakim kembali. Ulfi terdiam sejenak seakan berat menjawab pertanyaan hakim. Setelah ditanya kembali, terdakwa mengaku memukul korban Rudiyanto dengan spontan.

“Saya pukul korban karena replek aja yang mulia,” sebut Ulfi.

Pengakuan terdakwa dalam persidangan atas keterangan saksi korban Rudiyanto bersama istrinya Meliana yang dihadirkan JPU Agus Supriyanto. Kendati mengaku memukul, tapi terdakwa membantah telah menabrak mobil korban sebanyak tiga kali sebagaimana pengakuan korban di persidangan.

Menurut terdakwa yang tidak didampingi pengacara itu, dia hanya menabrak satu kali, ketika mobil yang dikendarai diketahui telah menyerempet mobil korban.

“Saya tahunya saat korban mengejar dan menyelip mobil hingga di jalan S Parman. Karena merasa dihalangi, mobil terpaksa saya tabrakan,” ujarnya.

Lanjut dikatakan terdakwa, usai menabrakan mobilnya ke mobil korban, terdakwa lalu turun dari mobil dan kemudian melakukan pemukulan kepada korban yang saat itu masih berada dalam mobil.

“Setelah kejadian saya langsung pulang menuju bengkel,” sebutnya.

Dalam perkara ini, terdakwa Ulfi dan Faishal yang sidangnya beda majelis karena berkas dipisahkan mengaku menyesali perbuatannya, namun begitu korban yang ditanya hakim dan JPU, apakah saudara saksi korban mau memaafkan terdakwa?, saksi menolak menjawab pertanyaan tersebut. Korban justru mempertanyakan mengapa sidang kedua terdakwa dipisah, sedangkan kasusnya sama.

Korban juga meminta kepada hakim dan JPU agar barang bukti sebuah bamper mobil yang diduga sengaja dihilangkan terdakwa pada saat kejadian dihadirkan dalam persidangan.

Dihadapan hakim dan JPU, korban mengaku masih merasakan sakit pada matanya dan kini penglihatan kabur. (ib)

Bagaimana Menurut Anda