Terbukti Tidak Bersalah, PN Sergai Bebaskan 2 Terdakwa Kasus Penganiayaan

124

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Dalam sidang kasus penganiayaan terhadap terdakwa Phek Miau (53) asal Kabupaten Deli Serdang Lubuk Pakam dan anaknya Happy (30) warga Jalan Cempaka Kelurahan Perbaungan Sergai, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memvonis bebas dari segala tuntutan kedua terdakwa tersebut karena tidak terbukti bersalah, Selasa (8/10/2019) kemarin.

Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Rio Barten Pasaribu SH MH didampingi hakim anggota Agung SH MH dan Ferdian SH.

Saat awak awak media menghubungi Phek Miau via telepon seluler mengatakan, bahwa peristiwa yang menyedihkan itu terjadi di rumah Happy, Jalan Cempaka Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan, Sabtu (21/12/2018) silam.

Kronologisnya saat peristiwa tersebut, Happy merupakan korban pengeroyokan 3 orang, diantaranya ada Jeffry dengan cara mencekik leher korban. Sayangnya di Polsek Perbaungan, Happy malah dijadikan tersangka penganiayaan.

“Padahal, setelah kejadian pengeroyokan yang dialami anak saya Happy beberapa menit, dia terpaksa saya larikan ke RSU Melati untuk mendapatkan perobatan. Nah, saat di RSU Melati, Happy sudah berjam-jam menunggu tidak dilayani. Takut kondisinya semakin parah, Happy saya bawa berobat ke RSU Grand Medistra Lubuk Pakam,” jelas dia, Rabu (9/10/2019).

“Sedih benar nasib saya dan Happy, malah dijadikan tersangka. Dan pengeroyokan tersebut terjadi di depan pintu, posisi saya berada di luar sambil gendong cucu,” ungkap dia lagi.

Namun, lanjutnya, pihak Polsek Perbaungan malah menjadikan Happy sebagai tersangka.

“Happy sempat opname selama 4 hari, tidak berbuat apa-apa. Dan setelah satu bulan barulah kondisinya pulih. Setelah pulih langsung ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan. Saya juga demikian,” terang dia.

Jadi, sebut Phek Miau, polisi saat itu mewajibkan dirinya dan Happy untuk wajib lapor. Bersyukur ada Lembaga Batuan Hukum dan LPSK yang memberikan bantuan dengan cuma-cuma hingga persidangan selesai.

“Saya berterimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan pertolongan kepada warga miskin ini.
Ia berharap Kapolda menegur Polsek Perbaungan yang sewenang-wenang menjadikan seseorang tersangka dalam perbuatan kejahatan tanpa ada bukti yang jelas,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda