Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Lebong Launching RTK dan Germas

0

LEBONG-BENGKULU, BERITAANDA​ – Bertempat di halaman Inlet PLTA Tes yang berada di Desa Turan Tiging Kecamatan Lebong Selatan, tepatnya di samping Puskesmas Perawatan Tes, telah digelar acara launching Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan pencanangan gerakan hidup sehat (Germas), Senin (22/5/2017).

Acara launching tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong Mirwan Effendi, SE.

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong Amril Yudani, SKM, Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Bengkulu Meli Alessa, M.Si, Kepala BPJS Lebong, seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Lebong, para kades, serta tokoh masyarakat.

Dalam acara tersebut, Amril Yudani, SKM selaku Kadis Kesehatan Lebong menjelaskan dasar hukum pelaksanaan acara launching RTK dan pencanangan Germas ini adalah Permenkes RI No 71 tahun 2017 tentang juknis penggunaan dana non fisik bidang kesehatan tahun 2017 dan instruksi presiden tahun 2017 tentang pencanangan gerakan hidup sehat atau Germas.

Atas dasar peraturan itulah, Dinkes Lebong menggelar acara launching RTK dan Germas ini melalui program anggaran tahun 2017. Dasar pelaksanaan acara tersebut pun juga berdasarkan surat Kepala Dinas Kesehatan Lebong tanggal 17 Mei 2017.

”Tujuan dari program RTK dan Germas ini adalah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan akibat keterlambatan penanganan medis, terutama di Kabupaten Lebong yang letak geografisnya cukup jauh dari tempat pelayanan kesehatan, seperti Desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis, Danau Liang Kecamatan Lebong Tengah, dan Tik Sirong Kecamatan Topos,” kata Amril.

Diketahui ada 5 rumah RTK yang tersedia saat ini di Kabupaten Lebong, diantaranya berada di Kelurahan Topos Kecamatan Topos, Desa Turan Tiging Kecamatan Lebong Selatan, Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang, Desa Ketenong Jaya Kecamatan Pinang Belapis, dan Desa Semelako I Kecamatan Lebong Tengah.

Amril juga mengharapkan agar nantinya pemerintah daerah Lebong bisa segera membangun RTK sehingga tidak lagi mengontrak di rumah warga.

”Kita mengharapkan pemerintah bisa segera membangun gedung untuk fasilitas RTK ini, dan kita tidak perlu lagi mengontrak di rumah warga,” ucap Amril.

Sekda Lebong Mirwan Effendi, SE menuturkan kalau sasaran RTK ini merupakan ibu hamil yang mana daerah tempat tinggalnya masih jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Mirwan pun mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan pada warga lainnya yang mungkin belum mendapatkan info mengenai RTK dan Germas tersebut.

”Marilah kita bersama untuk saling mengingatkan atau menginfokan pada masyarakat lainnya yang kemungkinan belum mendapatkan info tentang RTK dan Germas ini. Agar angka kematian ibu dan bayi bisa berkurang dan juga untuk menurunkan angka penyakit, baik penyakit menular dan penyakit tidak menular,” tutur sekda dalam sambutannya.

Kepala Puskesmas Perawatan Tes, Musmarlinda, S.Kep. Ners menambahkan RTK tersebut ditujukan bagi ibu hamil yang tinggal di daerah kebun, keluarga miskin yang tidak punya kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan dari luar wilayah kerja dari suatu puskesmas yang harus melahirkan di puskesmas secara gratis.

”RTK ini nantinya bisa dihuni oleh ibu hamil beserta pendampingnya untuk sementara waktu sebelum melahirkan dan beberapa waktu setelah melahirkan. Dan para ibu hamil tidak dipungut biaya atau gratis,” kata Musmarlinda. (Andi)

Bagaimana Menurut Anda