Tak Mau Antri, Oknum Anggota Dewan Ini Bersikap Arogan di Ruang Pelayanan SKCK Mapolres OKI

0
Maryani (baju abu-abu pakai jilbab putih bermotif).

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dalam keadaan terburu-buru dan tanpa menghiraukan banyaknya antrian masyarakat dalam ruangan tempat pelayanan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolres OKI, terlihat seorang ibu-ibu yang mengenakan pakaian serba abu-abu dan dihiasi jilbab putih bermotif batik datang menyodorkan berkas kepada petugas, Rabu (11/7/2018) kemarin.

Sembari menyodorkan berkas kepada petugas tadi, sang ibu yang diketahui bernama Maryani (48) seorang anggota DPRD OKI asal Partai Gerindra yang merupakan Pengganti Antar Waktu (PAW) teman satu partainya karena meninggal dunia, bertanya bagaimana prosedur dalam membuat SKCK serta apa saja persyaratannya dengan suara yang sangat lantang, dan sebanyak 2-3 kali memberikan pertanyaan kepada petugas loket.

“Buk nak nanyo, bagaimana cara dan apa saja syarat pembuatan SKCK, habis semua syarat dipenuhi kemana lagi,” kata seorang petugas yang enggan menyebutkan nama sembari menirukan ucapan sang anggota dewan.

Tak sampai disitu, meski petugas telah menjelaskan dengan seksama, tetapi karena tidak mengenal budaya antri, sang oknum anggota dewan tersebut semakin berang dan mengacak – acak benda disekitarnya hingga berserakan.

Tak ayal, pertengkaran adu mulut tak terelakan hingga memanas, memancing suasana di ruangan mulai pecah dan banyak masyarakat terperangah melihat pertengkaran kedua ibu-ibu tadi. Sembari membalas ucapan, petugas loket menanyakan identitas sang oknum anggota dewan.

“Emang ibu siapa, kalau memang ibu mau cepat kenapa ibu datang siang?, dan kalau memang ibu seorang anggota pejabat harus tahu prosedur bukan mencaci maki pelayanan kami buruk,” jelasnya dengan nada kesal.

Sang anggota dewan (Maryani) membalas pertanyaan petugas loket. “Saya memang anggota dewan memang kenapa, tadi saya bertanya kok tidak jelas kemana prosedur, kapan bisa selesainya, karena anak yang buat SKCK ini ikut mobil saya, jika memang sudah selesai kan saya bisa pergi dari sini karena masih ada urusan di kantor Disdukcapil,” ucapnya sembari pergi meninggalkan ruangan dan memanggil seorang wartawan yang kebetulan berada dilokasi dan sempat merekam pertengkaran keduanya, lalu berkata ‘beritakanlah ini pelayanannya buruk’. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda