Surat Untuk Acara Pelantikan dan Seminar AMPATI Periode 2019 – 2020

86

Oleh: Ketua Dewan Pendiri AMPATI Abulaka Archaida

BERITAANDA – Semoga kita tetap dalam keadaan sehat, lancar semua kegiatan, dan tetap dalam nuansa api semangat yang terus menyala.

Di tengah suasana fajar Ramdhan, kami tulis surat ini untuk menyapa semua pengurus, kader, alumni dan para tokoh Pantai Timur yang sempat hadir dalam forum ini. Perjumpaan secara fisik bukan ukuran kesetiaan pada sesuatu, jarak dan waktu tidak mengurangi rasa memiliki terhadap sesuatu jika batin tetap terpaut dalam merajut harapan bersama masa depan AMPATI dan Pantai Timur, maka sesungguhnya kita tetap terhubung dalam ikatan batin semangat perjuangan serta pengabdian. Itulah sejatinya ikatan darah di antara kita terjalin terus menerus, dan tidak akan terputus pengabdian dan berbuat nyata bagi kemajuan tanah kelahiran.

Rasanya ingin sekali pulang berjumpa dengan sahabat-sahabat AMPATI sembari menyaksikan pelantikan kader yang telah siap mengabdi. Coretan singkat ini kami berharap bisa mewakili kehadiran kami sebagai alumni dan Dewan Pendiri AMPATI. Percayalah, ketidakhadiran kami dan sahabat-sahabat alumni yang lain pada kali ini tidak menggeser sesenti pun rasa kecintaan dan kepedulian terhadap AMPATI. Begitu pun kami berharap pada generasi sekarang terus menyalahkan api perjuangan dan rasa memiliki terhadap AMPATI.

Sembilan tahun lalu dengan nuansa yang sama, bulan suci Ramadhan, beberapa mahasiswa Pantai Timur menggelar buka bersama dan bincang santai di halaman kampus UIN Raden Fatah Palembang. Forum tersebut menghasilkan kesepakatan menggelar buka bersama dan silaturahmi akbar mahasiswa Pantai Timur pada 5 September 2010 di balai Desa Tulung Selapan, yang kemudian bisa disepakati Mubes ke-1 AMPATI. Inilah titik awal perjalanan AMPATI hingga saat ini masih aktif terus mendampingi mahasiswa Pantai Timur dan memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Waktu terus berjalan, tidak terasa momen bersejarah itu telah kami lewati sembilan tahun lalu. Kebahagiaan kami sebagai pendiri tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena pada detik ini bendera AMPATI masih terus berkibar menebarkan benih-benih kesadaran dan kepeduliaan pemuda mahasiswa Pantai Timur terhadap pembangunan daerah yang kita cintai.

Ketahuilah, para pendiri dan generasi pertama AMPATI, keliling dari dusun ke dusun, ke kota dan kabupaten, untuk menjumpai para tokoh Pantai Timur berdiskusi menguatkan gagasan bersama dan minta dukungan, baik secara materi mau pun pemikiran pentingnya ada sebuah perkumpulan. Perjuangan itu harus perlu kalian ketahui bukan untuk disanjung, tapi jadikan itu teladan sebagai bekal membangun semangat dalam membesarkan dan menghidupkan AMPATI.

Pepatah Arab mengatakan, ‘pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok’. Bisa dipahami peran pemuda sangat penting dalam dalam setiap perkembangan bangsa bahwa diharapkan menjadi pemimpin di generasi selanjutnya. Posisi mahasiswa sebagai pemuda hari ini harus kita maknai secara mendalam, kemudian merealisasikan dengan aktif berorganisasi, kegiatan sosial dan membangun kualitas kedirian.

Masih banyak PR yang harus kita selesaikan di Pantai Timur, lihat saja konflik lahan yang semakin bertambah, peredaran narkoba tidak terbendung, perjudian menjadi-jadi, tipsani semakin bertambah, pergaulan bebas remaja belum juga beranjak, angka putus sekolah tetap stabil, kemiskinan tertinggi, dan infrastruktur semakin hancur. Fakta ironis ini tidak bisa kita diamkan begitu saja, hari ini kita harus melakukan sesuatu. Jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi? Jika bukan generasi muda yang memulai, mau siapa lagi?.

Belum lagi kita mempersiapkan diri menyongsong pemekaran Pantai Timur. Pemekaran daerah tidak hanya dimaknai agar pembangunan tersentral dan banyak perekrutan PNS, tapi harus disambut dengan bekal masyarakat, terutama generasi mudanya yang memiliki sumber daya manusia (SDM) memadai agar tidak terjebak menjadi daerah pemekaran yang gagal.

Kita juga tidak harus terbuai dengan kabar pemekaran tersebut, namun kita gunakan saja kekuatan yang dimiliki Pantai Timur. Kita punya tokoh Pantai Timur yang menjadi anggota dewan, harus didorong agar memusatkan pembangunan di Pantai Timur. Di bidang pendidikan, agama, hukum, kepolisian, kesehatan dan dunia usaha, tokoh-tokoh Pantai Timur yang berkecimpung bisa kita gunakan jejaring tersebut untuk mendesain masa depan Pantai Timur.

Semangat awal berdirinya AMPATI sebagai rumah bersama pemuda dan mahasiswa Pantai Timur yang ke depannya bisa melahirkan tokoh sesuai bidang masing-masing. Sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan kita sebagai alumni, Insya Allah akan berjumpa dalam momentum apa pun, yang pasti itu dalam bingkai membangun dan memajukan Pantai Timur. Cita-cita dan mimpi inilah sering kali kami perbincangkan dalam setiap obrolan santai generasi awal AMPATI. Keseriusan untuk merealisasikan mimpi ini pada 2016 kami sebagai eks anggota AMPATI mendeklarasikan perkumpulan alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) AMPATI.

Oleh karena itu, kami berpesan pada pengurus sekarang, kalian jangan merasa sendirian membesarkan AMPATI. Percayalah, dalam kesibukan para alumni serta terpisahkan oleh jarak dan waktu, tidak mengurangi rasa kecintaan dan kepedulian mereka terhadap AMPATI. Pun kami yang sedang belajar di Yogyakarta juga membuat perkumpulan Ikatan Keluarga Mahasiswa Pantai Timur (IKAPATI) dalam rangka membangun kesadaran dan kepedulian terhadap tanah kelahiran.

Kita akan terus saling berkoordinasi dan bertukar informasi perkembangan Pantai Timur sekarang. Kelak beberapa tahun ke depan tentu arus besar yang sudah kita persiapkan dari sekarang suatu saat akan dipersatukan kembali dalam rangka memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pantai Timur. Apa pun dan siapa pun yang akan terlibat dalam arus besar itu jika memang untuk kemajuan Pantai Timur, tentu akan kita perjuangkan dengan segala kekuatan yang dimiliki yang sudah kita bangun sejak sembilan tahun lalu.

Melalui coretan singkat ini kami ucapkan selamat dan sukses bagi pengurus AMPATI periode 2019-2020 yang akan dilantik. Doa yang selalu mengiringi semoga menjadi pemegang tanggung jawab yang amanah. Totallah melaksanakan tanggung jawab, maka pengetahuan sebagai pemimpin juga akan sempurna kalian dapatkan.

Pemimpin-pemimpin besar dunia dilahirkan dari rahim tradisi yang kuat dalam membentuk kepribadian seorang pemimpin, bukan orang biasa yang tidak punya tujuan hidup. Sebagai mahasiswa dan pemuda tugas kita tidak hanya semata belajar, tapi juga punya tanggung jawab sosial yang harus kita tunaikan. Soe Hok Gie pernah mengatakan, ‘berbahagialah kalian telah terpilih mempunyai kesempatan menjadi mahasiswa dari sebagain masyarakat Indonesia, tapi yang perlu diingat bahwa kalian juga punya tanggung jawab sosila yang harus dituntaskan. Paling tidak kalian mengerti keadaan bangsa hari ini’.

Kami mengucapkan terima kasih para kader, pengurus, alumni dan semua pihak yang berperan serta membesarkan AMPATI, terutama para tokoh Pantai Timur yang hadir dalam forum ini. Tentu semua kita tidak menyangka sampai detik ini bendera AMPATI masih berkibar dalam ruangan ini.

Jika ingat perjuangan dari generasi ke generasi, sungguh luar bisa ikhtiar yang mereka lakukan demi kegiatan AMPATI, rasanya ingin memutar kembali roda waktu. Ada laptop yang tergadai, uang jatah bulanan terpakai, tidak bisa tidur sehari semalam, bahkan ada yang tidak nafsu makan beberapa hari dan harus tidur dalam perjalanan keliling, semua itu dilakukan agar kegiatan AMPATI bisa terlaksana.

Itulah bumbu cerita perjalanan AMPATI yang sudah berjalan sembilan tahun. Kelak di masa tua tentu kalian akan bercerita pada anak cucu lalu berkata, ‘nak, itulah organisasi AMPATI yang kami gerakkan dulu, dari sana kami bisa belajar kebersamaan, perjuangan dan kesadaran sosial, kelak jika kamu sudah dewasa ikutlah AMPATI’.

Pada akhirnya kita harus meyakini bersama bahwa apa yang kita tanam hari ini akan kita petik kemudian hari. ‘Siapa yang menanam, Dia akan menuai’. Keyakinan ini harus kita tanamkan dalam setiap insan AMPATI bahwa apa yang kita persiapkan dan kita bangun hari ini, Insya Allah ada manfaatnya baik untuk diri kita sendiri lebih luas bagi masyarakat Pantai Timur ke depannya.

Teruslah berbuat dan bergerak di manapun kita berada, biarkan ruang dan waktu menjadi penguat ikatan batin diantara kita dalam ikatan darah berjuang untuk masyarakat Pantai Timur. Mari kita mempersiapkan diri masing-masing untuk menyongsong arus besar yang sedang kita persiapkan sembari terus berkoordinasi dalam menjemput cita-cita bersama. (*)

Bagaimana Menurut Anda