Soal Program Cegah Stunting, Kades Tanjung Bulan Ungkap Hal Ini

129
Suasana keakraban Kades Tanjung Bulan dan perangkat desa serta warga lainnya.

OGAN ILIR, BERITAANDA – Program dana desa (DD) yang disiapkan oleh pemerintah pusat untuk peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa sangat besar manfaatnya bagi warga pedesaan, seperti salah satunya program pencegahan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) pada periode 2023 yang ada di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Dijelaskan Kepala Desa Tanjung Bulan, Jamil, bahwa program tersebut berjalan dengan baik atas peran serta kerjasama semua pihak, dimana dengan program ini dapat membantu puluhan ibu hamil dan menyusui serta balita di desanya, sehingga pencegahan akan bahaya stunting juga bisa diminimalisir.

“Melalui Kader Pembangunan Manusia (KPM), kita mengalokasikan pemberian susu untuk ibu hamil, menyusui dan juga balita. Adapun pengalokasian ini berdasar dari data yang disampaikan ke pemdes oleh KPM, dan setelah itu kita masukkan ke anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Atas dasar itu, barulah kita ACC, dan kesemuanya nanti dikelola oleh KPM. Tugas kita setelah itu, melakukan monitoring apa berjalan dengan baik atau tidak.” ungkapnya kepada BERITAANDA, Ahad (3/3/2024) sore.

Lanjutnya, program ini diharapkan bisa membantu masyarakat. Dan sebagai kades, terangnya lagi,  amanah dalam menjabat menjadi keharusan. Ini menjadi sebuah prioritas guna membantu masyarakat desa, siapa pun itu tanpa terkecuali.

“Saya berharap bantuan pencegahan stunting ini bisa berdampak besar bagi yang menerima manfaat. Saya pribadi lewat kesempatan ini, kiranya pemerintah pusat bisa mengkondisikan program ini untuk bisa dilakukan setiap bulan, sehingga menjadi penyemangat atau stimulus bagi masyarakat khususnya ibu hamil, menyusui dan yang mempunyai balita untuk datang ke Posyandu,” harapnya.

Di tempat yang sama, sekdes setempat, Amrullah, didampingi perangkat desa lainnya, yaitu Ismail selaku bendahara dan M. Kasri selaku ketua pelaksana menerangkan, bahwa alokasi dana stunting di desa mereka pada periode tahun 2023 sebesar Rp 91,840.000 juta, yang dialokasikan untuk dua tahap.

“Tahap pertama dialokasikan untuk pengelolaan dan pengembangan rumah desa sehat (RDS) sebanyak Rp 1 juta, kemudian untuk operasional Posyandu Rp 1 juta. Dan karena tahap pertama proyeksinya 3 bulan, dalam kurun itu untuk biaya makan tambahan dan susu untuk ibu hamil, menyusui dan balita dialokasikan dana sebanyak Rp 23,710.000,” terangnya merinci.

Sambungnya lagi, di tahap kedua kembali dialokasikan lagi, namun kali ini untuk biaya makan tambahan dan susu jumlahnya bertambah. Karena tahap kedua ini untuk kurun waktu 9 bulan.

“Dengan rincian yaitu sebesar Rp 68.130.000, yang dikhususkan untuk pembelian makanan tambahan dan susu. Jadi total dana yang digelontorkan selama dua tahap di 2023 sebanyak Rp 91.840.000. Adapun anggaran mencapai Rp 107.000.000. Termasuk dengan honor kader Posyandu Sebesar Rp 12.000.000 dan honor KPM Rp 3.600.000; sehingga sampai dijumlah Rp 107.000.000,” imbuhnya.

Sementara bidan desa Nensi Fitriani, sebagai orang atau pihak yang menyalurkan pengalokasian program itu, membenarkan bahwa pembagian susu dan makanan tambahan telah dilaksanakan dengan baik. Dan pada tahun anggaran 2023 dilaksanakan sebanyak dua kali pembagian, yaitu untuk 3 bulan dan 9 bulan.

Momen pemberian bantuan makanan tambahan dan susu bagi ibu hamil, menyusui dan anak balita, yang dilakukan kader Posyandu.

Dirinya dan kader Posyandu lainnya hanya bertugas memberikan bantuan stunting kepada penerima, dimana penerima manfaat tersebut datanya diperoleh dari KPM.

“Jadi setelah didapati data dari KPM dan produk makan tambahan dan susu sudah tersedia, barulah 1 atau 2 hari dari tersedianya hal itu. Kita mengundang ibu hamil, ibu menyusui serta orang tua yang mempunyai balita untuk diberikan susu dan makanan tambahan tersebut. Dan bila ada yang berhalangan datang, kader Posyandu akan datang ke rumah mereka atau istilahnya jemput bola,” ujarnya.

Adapun guna mengkroscek dampak ke masyarakat terkait program yang berlangsung, media ini kemudian menghimpun informasi lainnya ke penerima, diantaranya ibu hamil bernama Murrobiati dan wanita menyusui bernama Desrin Ajelinda.

Dikatakan mereka, pemberian susu dan makanan tambahan di Desa Tanjung Bulan pada 2023 telah mereka terima sebanyak dua kali dan tercukupi selama 12 bulan. Selain itu, program pencegahan stunting di desa mereka dirasakan sangat membantu, baik mendapatkan tambahan gizi, juga menghemat dalam ekonomi rumah tangga.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Desa Tanjung bulan, program ini sungguh bermanfaat, dan kami berharap ini akan terus berlanjut sehingga makin bisa membantu masyarakat lainnya,” tutup mereka. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda