Simpang Siur Penetapan Zakat Fitrah dalam Bentuk Uang, Kemenag OKI Putuskan Nominalnya Sebesar Ini

0

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Baznas, dan MUI setempat mengenai edaran ketentuan zakat fitrah 2018, Kamis (7/6/2018) kemarin.

Rakor koordinasi yang dimulai sekira pukul 09.30 Wib, diadakan karena dilatarbelakangi informasi di media sosial bahwa ada edaran dari Baznas Pusat dan MUI Pusat untuk besaran zakat fitrah yang dikeluarkan jika makanan pokok (beras) sebesar 2,5 Kg dan jika dalam bentuk uang sebesar Rp 38.000.

“Informasi ini kemudian menyebar ke beberapa pengurus masjid yang menjadi petugas Badan Amil Zakat di OKI, sehingga terjadi perdebatan tentang besarnya nominal zakat fitrah jika diganti dengan uang, karena sebagian masyarakat OKI secara ekonomi biaya hidup dan makannya perhari tidak sebesar itu,” kata Sekretaris Umum DMI OKI Ustadz Tsabit,M.Pd.I, saat dikonfirmasi BERITAANDA, Jumat (8/6/2018).

Untuk menghindari terjadinya perbedaaan standar pengeluaran zakat jika dikeluarkan dalam bentuk uang, lanjutnya, maka rapat koordinasi kemarin (Kamis) memutuskan untuk pengeluaran zakat fitrah tahun 2018 M atau 1439 H dalam bentuk uang sebesar Rp 30.000.

“Besaran itu dirasa sesuai dan tidak terlalu tinggi untuk masyarakat OKI. Hal ini juga sesuai dengan edaran dari Kemenag Provinsi Sumatera Selatan,” tandasnya.

“Jadi kami berharap, surat edaran dan pemberitahuan ini dapat sampai ke seluruh Badan Amil zakat disetiap desa, yang nanti surat resminya akan disampaikan ke camat-camat, serta KUA se-Kabupaten OKI,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda