Serobot Tanah Warga, Bupati Tanggamus Dilaporkan ke Polda Lampung

163

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Diduga serobot tanah warga seluas 130 meter untuk  pembangunan jembatan Way Pring, pemilik lahan Sahrani yang diwakili putrinya Iis Devi Sinta (36) asal Banjar Negeri Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, melaporkan Pemkab Tanggamus ke Markas Polda (Mapolda) Lampung, Selasa (16/7/2019) Sore.

“Tanah itu terletak di Pekon Banjar Negeri Dusun V Sukamara Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, berisikan tanaman kelapa dan pisang seluas 130 meter. Retapi bila pembangunan jembatan itu selesai, luas tanah yang terkena pembangunan diperkirakan mencapai 500 meter,” kata Dede Supriyadi selaku juru bicara dari pihak keluarga Sahrani kepada media, di Graha Jurnalis Polda Lampung.

Dede Supriyadi menegaskan, sejak awal pembangunan, tidak ada orang atau pihak terkait yang minta izin kepada pamannya (Sahrani).

“Kami sudah melakukan mediasi melalui rembuk pekon dan bertemu dengan pihak terkait, namun tidak pernah ada solusi atau itikad baik dari pihak terkait,” tegas dia.

Untuk diketahui, Laporan Polisi Nomor : LP/B-990/VII/SPKT hari Selasa tanggal 16 Juli 2019 yang dilaporkan adalah  Wahyudi (mantan Lurah Way Pring), Drs Hardasah (Camat Punggung), Bowo Nugroho (PPK), Riswandaja (Kepala Dinas PUPR Tanggamus), dan Hj Dewi Handjani, SE M.M (Bupati Tanggamus) atas tindak pidana menduduki lahan tanpa izin atau pemalsuan atau memasuki pekarangan tanpa izin, sebagaimana diatur dalam Pasal 167, 263 dan Perpu Agraria.

“Selain melapor ke Polda Lampung, kita juga akan ke Pengadilan Tinggi untuk perdatanya pekan depan,” pungkas Dede Supriyadi. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda