Sekda: Pemprov Jambi Terus Berupaya Tingkatkan PAD

0

JAMBI, BERITAANDA – Sekda Provinsi Jambi Dianto mengatakan, pemprov terus berupaya meningkatkan dan mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan mengambil langkah strategis dan pengembangan sistem pelayanan perpajakan bagi masyarakat.

Hal ini disebutkannya saat menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi dalam rangka penyampaian pengantar Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2019, di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, Kamis (12/7/2018).

Dianto mengatakan, dalam penyusunan rencana kebijakan umum APBD serta rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD tahun 2019, belanja difokuskan pada program dan kegiatan yang mendukung pencapaian strategis daerah tahun 2019, sesuai dengan RPJMD tahun 2016-2021 dengan capaian kinerja lebih menyentuh kepentingan masyarakat.

“Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberpihakan pemerintah daerah kepada kepentingan publik. Untuk itu, saya telah mengarahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar menyusun program yang berpihak kepada masyarakat yang lebih efektif dan efisien,” lanjut sekda.

Sekda mengatakan, dasar yang digunakan dalam penyusunan rancangan KUA-PPAS tahun 2019 adalah pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi.

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan I pada tahun 2018 tumbuh sebesar 4,66 persen (YoY), tumbuh lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama selama dua tahun terakhir. Yakni masing-masing sebesar 3,60 persen, pada triwulan I tahun 2016 dan 4,25 persen pada triwulan I triwulan tahun 2017,” kata Dianto.

Percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2018 ini memberikan sinyal positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Sementara inflasi Provinsi Jambi yang merupakan komposit dari inflasi Kota Jambi dan Kabupaten Bungo tercatat 4,17 persen pada triwulan I tahun 2018.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rancangan kebijakan umum APBD (KUA) dan rancangan prioritas plafon anggaran sementara (APBD) tahun 2019 salah satunya target pendapatan daerah Rp4,092 triliun. Jumlah tersebut berkurang sejumlah Rp320,13 miliar jika dibandingkan dengan APBD 2018 yang ditetapkan sejumlah Rp4,218 triliun atau menurun sebesar 7,59 persen. Penurunan tersebut disebabkan belum diperhitungkannya dana alokasi khusus (DAK) fisik 2019.

“Jika dilihat dari rencana target PAD tahun 2019, diproyeksi sejumlah Rp1,524 triliun. Jumlah tersebut bertambah sejumlah Rp30,11 miliar atau meningkat sebesar 2,01 persen dari target pada APBD tahun 2018. Proporsi PAD terhadap pendapatan daerah sebesar 37,26 persen, meningkat jika dibandingkan dengan porsi tahun 2018 yang tercatat 35,43 persen,” paparnya.

Kemudian, rencana target yang bersumber dari dana perimbangan tahun 2019 diproyeksi sebesar Rp2,566 triliun. Bersumber dari dana transfer umum berupa dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak yang ditargetkan sejumlah Rp336,17 miliar atau meningkat sebesar 5,0 persen dari target pada APBD tahun 2018. DAK diproyeksikan sejumlah Rp1,4 triliun, mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen dibandingkan target APBD tahun 2018.

Dianto mengatakan, diharapkan DPRD dan Pemerintah Provinsi Jambi dapat membahas usulan yang disampaikan.

“Inflasi di Provinsi Jambi dapat ditekan kalau dibanding dua tahun yang lalu, pertumbuhan ekonomi kita mengalami kemajuan dan bisa menambah pundi-pundi APBD Provinsi Jambi. Ini bisa menambah pembiayaan pembangunan di Provinsi Jambi,” tandasnya. (Inro)

Bagaimana Menurut Anda