Sekda Beltim Siap Jamin Penangguhan Penahanan 3 Tersangka Dugaan Korupsi

0

BELTIM-BABEL, BERITAANDA – Pemkab Belitung Timur (Beltim) melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan untuk tiga (3) orang ASN yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan komputer jinjing di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) tahun 2015 lalu.

Surat yang ditujukan kepada Kejaksaan Negeri Beltim sudah dikirimkan sejak tiga hari lalu, Senin (5/11/2018). Namun hingga kini Pemkab Beltim belum menerima balasan surat tersebut. Hal ini disampaikan kepada wartawan melalui siaran pers dari Diskominfo Belitung Timur

“Kita sudah melayangkan surat permohonan untuk penangguhan penahanan. Suratnya kita kirim pada hari yang bersangkutan dititipkan di LP Cerucuk. Kita mohon kepada Kajari untuk menangguhkan penahanan,” ungkap Sekretaris Daerah Beltim, Ikhwan Fahrozi di ruang kerjanya.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa itu mengatakan, permintaan penangguhan penahanan dilakukan mengingat ketiga orang tersebut saat ini tengah menyelesaikan kegiatan di masing-masing OPD. Dikhawatirkan jika masih ditahan, pekerjaan yang ada akan terbengkalai.

“Karena yang bersangkutan saat ini masih ada untuk penyelesaian kegiatan di OPD. Saya khawatir kalau pekerjaan belum tuntas nanti secara administratif maupun capaian kinerja jadi terhambat,” kata Ikhwan.

Ikwan menyatakan selaku pimpinan tertinggi ASN di Pemkab Beltim siap untuk bertanggung jawab. Ia menjamin bahwa yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan kooperatif dalam proses persidangan.

“Jaminannya atas nama pemerintah daerah. Sekda yang bertanggung jawab untuk tiga-tiganya,” ujar Ikwan.

Selain berupaya untuk melakukan permohonan penangguhan penahanan, Pemkab Beltim juga akan melakukan pendampingan hukum, baik secara internal maupun eksternal. Dari dalam, Bagian Hukum Setda Beltim akan mendampingi proses hukum, sedangkan dari luar Pemkab Beltim akan meminta bantuan dari Ihza Ihza Law Firm.

“Kalau yang pendampingan dari Bagian Hukum dari awal kita sudah lakukan. Sekarang kita sedang mencoba bantuan dari konsultan hukum, salah satunya dari Ihza Ihza, Pak Sajudin SH,” tukas Ikwan. (Helmi)

Bagaimana Menurut Anda