Sanitasi Sekolah, Langkah Awal Ciptakan Lingkungan Belajar yang Sehat

72

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemprov Lampung gelar learning event sanitasi sekolah tingkat provinsi, di Bandar Lampung, Kamis (22/8/2019).

Acara yang menggandeng Stichting Nederlanse Vrijwilliger (SNV) Development Organization Indonesia dan Mitra Bentalam ini untuk mewujudkan sanitasi sekolah yang layak dan aman di Provinsi Lampung.

Gubenur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakilkan oleh Asisen Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, sanitasi sekolah merupakan langkah awal dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat.

Untuk itu, pembangunan sanitasi dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan di daerah. Namun pada kenyataannya belum semua kabupaten/kota menjadikan pembangunan sanitasi sebagai salah satu prioritas pembangunan.

“Untuk itu, mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera merupakan tanggung jawab pemerintah dan stakeholder terkait. Kedepan melalui program ‘Lampung Sehat’, pemprov akan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat melalui program PHBS, khususnya bagi para siswa,” ujar Taufik yang juga merupakan mantan Kepala Bappeda Provinsi Lampung ini.

Sementara Direktur Mitra Bentalam, Mashabi menyampaikan, bahwa kondisi sanitasi di sekolah mempunyai pengaruh terhadap kondisi belajar dan psikologi siswa. Namun, kondisi ini ternyata belum banyak diketahui, bahkan oleh pihak sekolah.

“Selama ini masih banyak yang belum tahu hubungan antara sanitasi dengan perkembangan daya belajar siswa. Bagaimana bisa belajar dengan baik jika kondisi sanitasi buruk dan tidak laik. Jika sanitasi di sekolah buruk, siswa menjadi tidak nyaman dan bisa menjadi penyebab penyebaran penyakit seperti diare. Untuk itu dengan hadirnya Pemerintah Provinsi Lampung melalui program Lampung Sehat diharapkan mampu mewujudkan sanitasi sekolah yang layak dan aman di Provinsi Lampung,” jelas dia.

Koordinator Stichting Nederlanse Vrijwilliger (SNV) Development Organization Indonesia, Bambang Pujiatmoko menyampaikan, bahwa berbicara tentang perlindungan anak, bukan hanya perlindungan di rumah, tetapi juga di sekolah, perlindungan terhadap akses air dan sanitasi.

“Untuk itu kami berharap jika Pemerintah Provinsi Lampung sudah berkomitmen dalam pencanangan sebagai provinsi laik anak, maka sanitasi pun harus menjadi perhatian,” ujarnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda