Rombongan Lasenas XV Kunjungi Tambang Emas Terbesar di Indonesia

0

LEBONG-BENGKULU, BERITAANDA – Rombongan peserta Lasenas melakukan kunjungan ke Objek Wisata Lobang Kacamata, Kabupaten Lebong, Selasa (16/5/2017).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lasenas XV yang dimulai dari Kota Bengkulu sejak beberapa hari yang lalu.

Kegiatan turut dihadiri oleh Kasubdit Sejarah Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Amurwani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebong Taufik Andary, dan Sekda Lebong Mirwan Efendi.

Amurwani menjelaskan, tujuan kegiatan Lasenas adalah untuk memberikan pengalaman kepada para peserta dalam memahami sejarah.

“Diharapkan sejarah tidak hanya dipahami sebagai sesuatu hafalan yang tidak menyenangkan. Sejarah erat kaitannya dengan konteks kekininan. Karena sejarah bisa digunakan untuk memprediksi masa depan, dengan berpijak pada masa kini dan didasarkan pada masa lalu,” terang Amurwani.

Program Lasenas ini memang dilaksanakan setiap tahun sejak 2002. Sebelumnya, kegiatan Lasenas ini telah mengunjungi berbagai daerah termasuk Aceh, keseluruhan provinsi yang berada di Pulau Jawa, Makassar, Bali, dan NTB.

“Adapun rangkaian kegiatan Lasenas XV di Kabupaten Lebong kali ini memang diagendakan untuk mengunjugi tambang emas terbesar di Indonesia. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperlihatkan kepada peserta rupa tambang dan produk emas dari Kabupaten Lebong yang disumbangkan untuk pembangunan Monumen Nasional (Monas),” ungkap Amurwani.

Menurut rencana rangkaian kegiatan juga akan meninjau pabrik emas masa kolonial Belanda yang sekarang sudah tidak digunakan lagi.

Pabrik tersebut nantinya bisa digunakan sebagai objek studi siswa untuk lebih mengenal sejarah-sejarah lokal. Termasuk melakukan identifikasi sejarah lokal dan potensi daerah.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan Lasenas dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi daerah, khususnya Kabupaten Lebong yang dikunjungi saat ini. Nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengarahkan pembangunan daerah. Karena dengan mengetahui potensi daerah melalui pendekatan objek-objek sejarah ini setidaknya kita bisa mengetahui arah pengembangnan daerah tersebut. Potensi  ini bisa digali dari sejarah lokal dan nantinya bisa digunakan untuk pengembangan industri kreatif,” tutup Amurwani. (Andi)

Bagaimana Menurut Anda