Ramai Diburu Warga Saat Ramadhan, Pedagang Dawet Ini Ketiban Berkah

0
Dawet hasil buatan dari Mila dan ibunya, warga Desa Tebedak I, diburu pencinta kuliner khas Ramadhan, Kamis (17/5/2018).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Beragam jenis kuliner kerap mewarnai saat datangnya bulan suci Ramadhan. Ada tekwan, model, bugro, lakso dan penganan khas lainnya. Namun tak kala ketinggalan adalah minuman pelepas dahaga saat buka nanti.

Adalah dawet, penganan berwarna hijau yang merupakan suatu kombinasi dari daun pandan dan tepung terigu itu, di bulan puasa seperti ini tak lengkap rasanya apabila olahan dari dua bahan tersebut tidak masuk dalam menu berbuka. Selain menyejukkan tenggorokan, dawet juga dinilai banyak mempunyai khasiat, salah satunya penurun panas dalam. Apalagi dicampur dengan es, pastinya akan semakin mantap.

Selain memberikan kesejukan dalam berbuka bagi yang berpuasa tentunya dan menjadi kuliner yang khas di bulan suci itu, berbisnis dawet pun menjadi berkah tersendiri bagi pedagangnya. Salah satunya apa yang dirasakan oleh Ibu Ijah dan Mila anaknya, yang merupakan warga Desa Tebedak I Kecamatan Payaraman OI.

“Dawet ini kan mulai tak banyak lagi yang bikin sendiri, sedangkan para penikmatnya banyak, maka dari itu ketika bulan puasa khususnya, saya membuat dawet ini pak,” jelas Mila, anak dari Ibu Ijah kepada BERITAANDA, Kamis (17/5/2018).

Untuk harga sendiri, diterangkan Mila, dijualnya tak terlalu tinggi. Hanya Rp 2 ribu per 1 kantong plastik ukuran seperempat kilogram atau kisaran satu canting (kaleng) susu.

“Harga sendiri menurut kami tak terlalu mahal, hanya dibanderol Rp 2 ribu. Untuk bahan sendiri kami menggunakan daun pandan asli sebagai pewarna dan pengharum dawet. Pokonya aman dijamin hiegenis dan tanpa bahan pengawet. Selain itu, untuk yang ingin beli kami juga siap antar, tapi hanya untuk wilayah Tebedak saja ya,” pungkas Mila. (Adw)

Bagaimana Menurut Anda