PT. Parna Agro Mas Borong Saham Beberapa Perusahaan, Dewan Pertanyakan BPHTB

0

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau, Kamis (11/10/2018) siang, menggelar rapat gabungan dengan Tim Penyelesaian Permasalahan Perkebunan, Pertambangan dan Kehutanan (TP4K) serta management beberapa perkebunan sawit.

Rapat yang dihadiri lintas komisi itu dipimpin Ketua DPRD Sekadau Albertus Pinus S.Sos MH dan dihadiri tim TP4K yang dipimpin Yohanes S.Sos selaku Plt Asisten III Bupati Sekadau serta Kepala BPN/ATR Sekadau.

Pinus menjelaskan bahwa rapat dengar pendapat ini dalam rangka mempertanyakan perihal take over perusahaan perkebunan sawit dan permasalahan lainnya yang terjadi saat ini di wilayah Kabupaten Sekadau.

“Juga untuk menyikapi situasi perkebunan,” ungkap Pinus.

Umumnya, kata dia, anggota DPRD mempertanyakan informasi yang beredar di masyarakat perihal take over beberapa perusahaan perkebunan sawit kepada PT. Parna Agro Mas (LG).

“Kami ingin tahu apa benar saat ini PT. GUM, TBSM, KBP dan KSP telah di take over kepada LG. Kalau benar, bagaimana mengenai proses dan BPHTB dari proses take over tersebut,” ungkap Yodi Setiawan SE, anggota DPRD asal dapil III Sekadau.

Disisi lain, dengan adanya take over itu, perusahaan yang berkonsekuensi pada pemutusan hubungan kerja antara management yang baru dengan karyawan. DPRD juga mempertanyakan mengenai pesangon dan hak-hak karyawan sesuai undang-undang tenaga kerja.

“Informasi di lapangan, ada karyawan yang mendapatkan pesangon, dan ada yang tidak mendapatkan pesangon atau yang diputuskan kontrak kerja,” tambah Damre Supejo, anggota Komisi III DPRD Sekadau.

Tak hanya itu, para wakil rakyat ini juga mempertanyakan perihal harga tandan buah sawit (TBS) petani di Kecamatan Belitang Hilir, Hulu dan Belitang yang saat ini hanya dibeli perusahaan dengan harga Rp450.00/Kg.

“Terus pabrik juga ditutup, hanya ada satu pabrik yang masih beroperasi. Petani harus menjual buah melalui pihak ketiga, dengan harga di bawah ketentuan Dirjenbun,” cerita para anggota dewan ini.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan DPRD tersebut, Plt Asisten III Bupati Sekadau Yohanes menjelaskan, bahwa pihak eksekutif juga baru mengetahui perihal adanya take over beberapa perusahaan perkebunan sawit baru-baru ini.

“Kami menerima surat tembusan dari Kementerian, Dirjen dan BKPM pusat, perihal pemberitahuan take over tersebut,” ungkap Yohanes.

Meski dikatakan take over, dijelaskan Yohanes lagi, management beberapa perusahaan tidak seutuhnya melakukan proses take over, dikarenakan hanya menjual saham kepada perusahaan perkebunan lainnya dengan hanya menyisakan 5 persen saham dari pemilik awal.

“Jadi 95 persen sahamnya dijual, dan nama perusahaan tidak berganti,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan perusahaan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku tidak mengetahui kebijakan pemilik perusahaan, dan hanya menjalankan tugas sebagai karyawan di perusahaan.

“Mengenai keputusan penjualan saham dan lainnya, kami tidak tahu pasti. Kami hanya diperintahkan bekerja di lapangan,” ungkap Daulay, Humas PT. Parna Agro Mas (LG). (Arni)

Bagaimana Menurut Anda