Polsek Sukarame Berhasil Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Sungai Urip Sumoharjo

47

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Polsek Sukarame berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Sungai Urip Sumoharjo Jalan Urip Sumoharjo Way Halim Permai Kecamatan Way Halim Bandar Lampung.

Dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan, akhirnya polisi berhasil menangkap RA (21), warga Desa Wiyono Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, yang merupakan ibu kandung dari anak yang dibuangnya di aliran Sungai Urip Sumoharjo beberapa hari lalu.

RA berprofesi sebagai pramuniaga di sebuah toko elektronik, ditangkap petugas pada Jumat (0/3/2024) sekira pukul 02.00 WIB di rumah kakak kandungnya, di Jalan PB. Marga Sukadanaham Tanjung Karang Barat Bandar Lampung.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito mewakili Kapolresta Bandar Lampung mengatakan, pengungkapan kasus pembuangan bayi di Sungai Urip Sumoharjo berbekal dari kaos merah bertuliskan cosmos yang digunakan oleh RA untuk membalut mayat bayi sebelum dibuang ke sungai.

“Berbekal kaos itu, kita telusuri, Alhamdulillah kita menemui titik terang kasus pembuangan bayi tersebut,” ungkap Kompol Warsito, Sabtu (2/3/2024) malam.

Warsito menjelaskan, RA melakukan persalinan anak kandungannya yang berjenis kelamin perempuan secara mandiri seorang diri di dalam kamar mandi rumah kakak kandungnya.

Saat berhasil mengeluarkan sang bayi, RA mencoba mengangkat si jabang bayi dengan mengambil kaki. Namun pegangan tangan RA terlepas, sehingga bayi masuk ke dalam ember yang berisikan air, setelah diangkat bayi sudah tidak bernyawa.

Melihat bayi yang baru saja dilahirkan sudah tidak bernyawa, kemudian RA menaruh bayi tersebut ke dalam baskom warna putih dengan dibalut menggunakan kaos warna merah bertuliskan cosmos.

Selanjutnya, RA keluar dari kamar mandi dan mengambil kantong plastik warna hitam serta dustbag warna abu-abu.

Di dalam kamar mandi, kemudian RA langsung memasukan mayat bayi yang sudah dibalut potongan baju merah ke dalam plastik hitam dan dustbag, kemudian disimpan di ruang kamar sholat rumah.

“Jadi mayat bayi disimpan oleh RA selama 2 hari di ruang kamar sholat, rumah kakak kandungnya,” ungkap Kompol Warsito.

Warsito menambahkan, pada hari Rabu (28/2/2024) sekira pukul 08.00 WIB, RA membawa mayat bayi yang sudah dibungkus itu menggunakan sepeda motor, kemudian dibuang di Sungai Urip Sumoharjo.

“Dibuang ke Sungai Urip, karena sejalur dengan arah tempat RA bekerja, jadi sekalian berangkat kerja,” papar Warsito.

Saat ini RA masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, karena diduga mengalami infeksi di bagian kandungannya.

“Ya, saat ini pelaku RA masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara,” terang Kompol Warsito.

Selain menangkap pelaku RA, petugas juga menyita kantong kresek warna hitam, dustbag (tas) warna abu-abu, 1 potong kaos warna merah yang terdapat tulisan cosmos, 1 buah baskom warna putih, dan 1 potong celana pendek olahraga warna merah.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Junto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 Tahun. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda