Peternak Keluhkan Harga Telur Terjun Bebas

0
Ilustrasi

PALEMBANG, BERITAANDA – Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS), Ismaidi, mengeluh sejak pertengahan Agustus lalu harga telur ayam stagnan, bahkan cendrung anjlok. Baik di tingkat peternak pedagang hingga pengecer.

Turunnya harga telur ayam berbanding terbalik dengan harga pakan yang justru meroket karena 80 persen komponen utama pembuat pakan diimpor membuat peternak tersiksa.

Jangankan balik modal, mereka bahkan mengeluh harus menanggung kerugian karena selisih harga jual yang semakin turun. Dikhawatirkan jika harga terus turun berlangsung lama membuat banyak peternak gulung tikar.

“Peternak di Sumsel juga senasib dengan di Jakarta, harus menanggung rugi,” ujarnya, Senin (15/10/2018).

Dikatakannya, harga anjlok karena stok melimpah tapi daya beli masyarakat turun sehingga pembeliannya sedikit mengakibatkan harga drop. Dia berharap pemerintah serius menangani keluhan peternak agar bisa membantu menstabilkan harga.

Saat ini harga jual telur di tingkat peternak dipatok Rp17 ribu. Harga jual telur di pasar berkisar Rp18-19 ribu perkilo. Bahkan di tingkat pengecer pun ada yang dijumpai dibandrol Rp19-20 ribu per kilogram.

Harga ini memang lebih murah dibanding sebelumnya, yang biasanya paling murah dibandrol Rp20 ribu di pasar atau agen utama dan Rp22-24 ribu dijual tingkat pengecer hingga warung. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda