Pelaku Pembunuhan 2 Pegawai Pajak Dihukum Mati

0

KEPULAUAN NIAS, BERITAANDA – Walau sempat mengalami penundaan sidang sebanyak tiga kali akibat belum turunnya berkas dakwaan dari Kejaksaan Agung. Akhirnya, pengadilan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian menggelar sidang pembunuhan sadis terhadap pegawai pajak pratama sibolga.

Satu persatu terdakwa pegawai pajak diperiksa polisi sebelum memasuki ruang sidang PN Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Senin (23/1/2017) petang.

Agusman Lahagu alias Ama Teti, seorang pengusaha getah karet bersama ketiga anak buahnya menjadi terdakwa atas kasus pembunuhan sadis pada 12 April tahun lalu di Jalan Yos Sudarso, Desa Moawe, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, hingga merenggut nyawa dua orang petugas pajak yakni Parada Toga Siahaan dan Sozanolo Lase.

Kedua korban pegawai pajak dihabisi para terdakwa ketika mengantar surat paksa tagihan pajak sebesar Rp14 miliar kepada wajib pajak Agusman Lahagu alias Ama Teti di gudang getah karet.

Dalam sidang yang berlangsung dua jam ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Agusman Lahagu  karena terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana dengan tuntutan hukuman mati. Sedangkan terdakwa Bedali Lahagu diberi hukuman seumur hidup, dan tiga terdakwa lainnya yaitu Anali Zalukhu, Desama Lahagu, dan Marwan Gulo, masing – masing dikenakan hukuman 15 tahun penjara.

“Mereka didakwa sesuai peran masing-masing,” ucap JPU, Rifqi Leksono. SH, kepada wartawan.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa, Aperius Gea. SH, menyatakan keberatan atas tuntutan jaksa.

Dia menuding ada intervensi dari petinggi pemerintah dalam penanganan kasus kliennya.

Tidak hanya itu, kuasa hukum juga menuding kliennya diperlakukan sebagai teroris atas pemberlakuan pengamanan ekstra dari kepolisian.

“Saya keberatan dengan tuntutan itu dan akan menyampaikan nota pembelaan. Saya juga keberatan, klien saya kayak teroris aja mereka buat,” ujarnya.

Rencananya sidang pembunuhan sadis ini akan dilanjutkan dengan agenda sidang vonis pada Kamis (26/1/2017) depan. (R-Thelaw)

Bagaimana Menurut Anda