PC IAI OKI Berikan Edukasi Pengenalan Obat Sejak Dini Bagi Siswa SD

356

KAYUAGUNG-OKI, BERITANDA – Ditandai penyerahan plakat penghargaan kepada Kepala SD Negeri 14 Kayuagung yang disaksikan oleh pihak Dinas Kesehatan setempat. Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai berikan edukasi pengenalan obat bagi siswa di sekolah tersebut, Sabtu (12/10/2019) pagi.

Menurut Ketua PC IAI Kabupaten OKI Sigit Purnomo, S.Farm.,Apt didampingi Afni Rida, S.Farm.,Apt dan seluruh jajaran pengurus, hal itu dilakukan dalam rangka memperingati World Pharmacists Day 2019, Safe and Effective Medicine for All. Oleh karenanya, IAI mempersembahkan event bertajuk bersama apoteker, mengenal obat sejak dini.

“Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia pada tanggal 11-12 Oktober 2019 dengan tema utama ‘Edukasi Pengenalan Obat Kepada Siswa Sekolah Dasar Terbanyak’. Rencananya akan dapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri),” kata Sigit.

Untuk pemberian Muri akan diterima oleh IAI di Sidoarjo Jawa Timur pada Sabtu 12 Oktober 2019. Menurut dia, selain pencapaian rekor Muri, memberikan pengetahuan bagi anak – anak mengenai obat – obatan memang dirasa perlu agar tak hanya mengenal obat, anak juga mengetahui mana jajanan yang sehat bagi mereka.

“Obat merupakan komponen penting yang tak tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Obat juga menjadi sarana atau komoditi kesehatan yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan baik, benar dan tepat. Namun, dapat menjadi racun bagi manusia apabila kurangnya pengetahuan dan kesadaran menggunakan obat,” tandas dia.

Kepala SD Negeri 14 Kayuagung Maryamah, SPd mengatakan, kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini, terlebih edukasi yang diberikan oleh Tim PC IAI Kabupaten OKI tersebut memberikan keuntungan terhadap siswa, sehingga mereka dapat mengenal obat-obatan, terutama jajanan sehat yang baik untuk dikonsumsi.

“Kentungan mengenal obat-obatan dan jajanan sehat. Karena selama ini informasi mengenai jajanan, terkadang masyarakat masih salah menafsirkan seperti apa jajanan tidak sehat itu. Melalui kegiatan edukasi yang diberikan PC IAI OKI kali, diharapkan anak-anak dapat menjadi agen yang bisa meluruskan kesimpangsiuran itu,” kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan OKI HM Lubis, SKm, M.Kes melalui Nurhidayati, SKm mengatakan, edukasi ini sangat bagus. Dengan begitu, bukan hanya berperilaku hidup bersih dan sehat, siswa juga dapat lebih mengenal tentang obat-obatan dan ketahui dampak buruk jika menkonsumsi jajanan tidak sehat.

“Sangat baik, karena selain anak dapat berperilaku hidup, bersih dan sehat. Juga mengenal tentang obat – obatan. Mungkin dokter kecil sudah tak asing ditelinga kita, namun kita jarang mendengar istilah apoteker cilik,” tandasnya sambil bergurau.

Pantauan di lokasi, selain penyerahan plakat penghargaan dan penyampaian edukasi, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penyematan pin apoteker cilik kepada para siswa SD Negeri 14 Kayuagung, yang secara simbolis dilakukan oleh kepala sekolah. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda