Nelayan di OKI Kini Melaut dengan Tabung Gas 3 Kg, Kok Bisa?

229

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Nelayan di Kabupaten Ogan Komering (OKI) kini melaut dengan membawa tabung gas tiga (3) kilogram (Kg). Bukan untuk memasak, namun gas itu untuk menggerakkan mesin kapal tangkap ikan kapasitas 6,5 HP. Cara ini memangkas biaya bahan bakar kapal nelayan hingga 50 persen.

“Ini program pemerintah terkait konversi energi diperuntukan bagi nelayan dan petani. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan nelayan, juga untuk mendukung ketahanan energi,” ungkap Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kemen ESDM, Alimudin Baso, pada acara sosialisasi konversi BBM ke gas bagi nelayan, di kantor Bupati OKI, Selasa (12/11/2019).

Alimudin mengklaim, dengan menggunakan motor penggerak kapal berbahan bakar gas, nelayan bisa menghemat biaya operasional saat mencari ikan.

“Untuk kegiatan nelayan 7-10 jam, rata-rata dibutuhkan sekitar 7 liter bensin. Dengan konversi gas hanya membutuhkan 1 tabung ukuran 3 kilogram seharga Rp18.000. Jadi bisa hemat Rp25.000 – Rp30.000 per hari untuk bahan bakar. Jadi uangnya bisa untuk keluarga”, ujarnya.

Bantuan mesin konverter kit berikut gas elpiji isi 3 kilogram kepada 950 nelayan di Ogan Komering Ilir diserahkan langsung oleh Kementerian ESDM kepada para nelayan, disaksikan pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin, Wakil Bupati OKI HM. Djakfar Shodiq, Sekda OKI Husin, S. Pd.

Alex Noerdin selaku mitra Kementerian ESDM di DPR RI mengungkapkan, program pemerintah ini untuk meringankan beban nelayan dalam mencari penghidupan.

“Program pemerintah diberikan secara percuma, rawat dan manfaatkan dengan baik. Tahun ke depan semoga ditambah lagi,” ungkap Alex.

Sementara itu, Wakil Bupati OKI HM. Djakfar Shodiq mengatakan, Kabupaten OKI dengan garis pantai dan laut terpanjang di Sumsel memiliki potensi perikanan yang melimpah. Intervensi pemerintah, menurut Shodiq, penting untuk mendukung ketahanan pangan dari sektor laut ini.

“Atas nama nelayan OKI kami berterimakasih untuk bantuan melalui program konversi gas. Selain mengurangi pencemaran air laut dan efisiensi energi, program konversi gas ini untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak dan meningkatkan kesejahteraan nelayan kami,” tambah Shodiq.

Disamping itu, untuk meningkatkan pendapatan nelayan di Pesisir Timur OKI, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI Hasanudin mengusulkan pembangunan jalan darat menuju pasar ikan di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal.

“Untuk mensejahterakan nelayan, pemasaran hasil tangkapan harus kita siapkan. Kami sudah punya pasar lelang ikan di Sungai Lumpur, namun kendalanya tidak ada jalur darat, mungkin ini bisa dicarikan solusi oleh pusat agar pendapatan nelayan kami meningkat,” jelas dia.

Hasan juga menyampaikan harapan 300 KK petambak udang di Wahyuni Mandira, akan tambahan energi listrik.

“Petambak disana sudah mandiri, namun kendala mereka pada pasokan energi listrik. Mohon dikawal oleh Pak Alex, karena ini sudah masuk prolegnas,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda