Marinir Siapkan Prajuritnya Untuk Tugas di Ambalat dan Pulau Terluar

0

SIDOARJO-JATIM, BERITAANDA – Korps Marinir menyiapkan prajuritnya untuk melaksanakan penugasan di Ambalat dan Pulau Terluar wilayah Timur Indonesia.

Kesiapan prajurit Korps Marinir dari Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgasmar Ambalat XXIII dan Pulau Terluar XXI ditinjau langsung oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi yang diwakili oleh Asops Danpasmar-1 Kolonel Marinir Nanang Saefullah di lapangan Apel Brigif-1 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (4/4/2018).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat secara langsung kesiapan personel dan material guna mendukung kesiapan tempur dalam melaksanakan pengamanan daerah perbatasan di pulau terluar wilayah timur Indonesia dan perbatasan laut Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di daerah perbatasan Pulau Sebatik demi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Asops Danpasmar-1 menyampaikan pesan Komandan Pasmar-1 kepada seluruh anggota Satgas agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memegang teguh dan mengamalkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan delapan wajib TNI guna menjaga nama baik Korps Marinir TNI AL, meningkatkan jiwa dan sikap mental pejuang serta pengabdian tanpa pamrih, meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan dengan melakukan deteksi dini terhadap segala ancaman, hambatan dan tantangan yang dihadapi, menjaga soliditas antar prajurit TNI, Polri dan masyarakat. Selain itu juga selalu menggunakan protap yang benar dalam melaksanakan kegiatan untuk meminimalisir kerugian personel maupun material.

Sementara itu, Komandan Satgasmar Ambalat XXIII Kapten Marinir M. Yusuf Muchrom Pribadi didampingi Komandan Satgasmar Pulau Terluar XXI Lettu Marinir Heru Susanto mengatakan, sebelum berangkat ke daerah penugasan, personel Satgasmar Ambalat XXIII dan Pulau Terluar XXI telah menerima pembekalan-pembekalan tentang kondisi geografi dan demografi, pengetahuan keimigrasian, pengetahuan hukum HAM dan humaniter, pengetahuan hukum laut internasional, situasi keamanan saat ini di daerah perbatasan dan pengetahuan agama, adat istiadat serta bahasa yang dipakai masyarakat Pulau Sebatik. Selain itu juga telah melaksanakan latihan Pra Tugas di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Grati, Pasuruan. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda