Mantap, TNI Berhasil Bubarkan Massa Pendemo di Slipi Secara Persuasif

215

NASIONAL, BERITAANDA – Sebanyak satu SSY (Satuan Setingkat Batalyon) dari SSY 10 Korps Marinir yang berjumlah 300 personel dari Batalyon Infanteri 7 Marinir Ketapang ,Teluk Pandan, Pesawaran Provinsi Lampung, dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar Kanang Budi Raharjo, M.Tr (Hanla), membubarkan masa pendemo dengan cara persuasif di Jalan Katamso Slipi Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019).

Peristiwa kerusuhan ini dimulai sejak pukul 09.00 Wib, yang disebabkan oleh tidak puasnya hasil penghitungan pilpers yang telah ditetapkan oleh KPU.

Situasi di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat berangsur kondusif dari serangan perusuh, pada Kamis (23/5/2019) dini hari. Massa serentak mundur perlahan hingga keadaan membaik.

Pembubaran masa dilakukan dengan persuasif dan dialog dengan masa yang telah dilakukan aparat keamanan. Khususnya dilakukan langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir.

Komandan Batalion Infanteri 7 Marinir Letkol Mar Kanang Budi Raharjo, M.Tr (Hanla) yang hanya didampingi 5 anggota lainnya, sempat bertemu dengan tokoh agama setempat dan melakukan dialog secara persuasif.

Ketika itu situasinya, para perusuh masih dalam keadaan tensi yang cukup tinggi dan panas. Mereka masih ingin melakukan serangan kepada para personel Polri. Pada saat itu pula, personel yang lainnya turun dan menemui massa.

Komandan SSY 10 Korps Marinir menyampaikan, dirinya tidak melihat ada suatu urgensi yang harus dibela massa. Maka ia ajak mereka berbicara.

“Anggota saya dari SSY 10 Korps Marinir sudah berhadapan langsung dengan ratusan massa, ada kepercayaan diri ketika mendatangi mereka. Saya beranggapan, pihak masa bukanlah lawan, melainkan kawan,” kata Danyonif 7 Mar.

“Dari dialog tersebut, saya mengetahui bahwa warga sebenarnya tidak ingin ada bentrokan, mereka hanya geram dengan cara aparat kepolisian membubarkan mereka, justru mereka ingin dialog dan cara-cara persuasif didahulukan, bukan dengan cara kekerasan yang didahulukan,” terangnya.

Danyonif 7 Mar juga menjelaskan, ketika ia mendatangi pendemo, dirinya tidak melihat senjata api maupun tajam di tangan mereka, sebagian besar bertangan kosong.

“Lima menit pertama, dialog saya dengan massa menjadi poin penting lantaran memberikan pandangan soal keamanan dan merasakan hal sama sebagai rakyat Indonesia. Selanjutnya mereka berdiskusi dengan pendemo lainnya, setelah itu massa membubarkan diri secara tertib dan teratur,” terangnya lagi.

“Sekitar 10 menit, saya berlima tidak membawa apa-apa, hanya menggunakan tangan kosong, saya bertemu salah satu pendemo kalau dibilang, ya koordinatornya. Lalu ditemani oleh tokoh masyarakat, akhirnya mereka mau membubarkan diri secara teratur dan tertib,” jelas dia.

Keadaan saat ini jalan menuju arah Petamburan dalam keadaan kondusif. Terlihat masih ada aparat dari kepolisian yang masih berjaga.

“Bubarnya massa tentu tidak secara langsung, perlu dialog secara persuasif dilakukan aparat keamanan, khususnya dilakukan personel TNI,” pungkas Danyonif 7 Marinir. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda