MA Jatuhkan Vonis 2 Tahun Penjara, Mantan Ketua DPRD OI Akhirnya Datangi Kejaksaan Negeri OKI

0

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Setelah beberapa waktu lalu divonis oleh Mahkamah Agung (MA) hukuman penjara selama 2 tahun, akhirnya mantan Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) Drs H Ahmad Yani MM dengan sendirinya mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI) untuk menjalani hukuman atas kasus penipuan terhadap korban Alex yang mengalami kerugian Rp1,4 miliar.

Dengan mengenakan baju kemeja putih, Ahmad Yani tiba di kantor Kejaksaan, Kamis (2/2/2017) pukul 14.20 Wib. Dan terdakwa langsung masuk menuju ruangan Kasi Pidum Kejari OKI.

Selama berada di dalam ruangan tersebut, ia tidak keluar-keluar dan akhirnya menjelang sore hari baru keluar ruangan dengan dikawal oleh pihak Kejaksaan. Kemudian langsung dieksekusi menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kota Kayuagung.

Dia sedikit kaget ketika awak media telah menunggu di depan pintu keluar Kejaksaan. Namun sayangnya ketika awak media hendak mengambil foto terdakwa, tidak sempat fokus karena langkah sang mantan Ketua DPRD OI ini terlalu cepat menuju mobil tahanan yang telah disiapkan oleh pihak Kejaksaan sebelumnya.

Tidak hanya itu, bahkan ketika wartawan bertanya kepada terdakwa terkait kondisi dan langkah dalam menjalani hukuman itu, dia tidak banyak berkomentar. Dirinya hanya menyebutkan bahwa kondisinya sekarang baik dalam keadaan sehat.

“Kondisi saya sekarang baik dalam keadaan sehat,” ucap Ahmad Yani seraya melangkahkan kaki menuju mobil tahanan.

Sementara beberapa pertanyaan wartawan terkait hukuman dan lainnya tadi sama sekali tidak digubris dan langsung masuk dan diam menatap mobil tahanan yang dilengkapi terali besi.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri OKI H.Viva Hari Rustaman mengatakan, pihaknya memang telah melakukan eksekusi kepada Ahmad Yani. Proses eksekusi ini dilakukan bukan dengan dilakukan jemput paksa, akan tetapi terpidana secara kooperatif datang dengan sendirinya.

“Memang sebelumnya kita panggil melalui surat dan yang bersangkutan datang dengan sendirinya,” kata dia.

Masih kata dia, dengan telah dilakukannya eksekusi ini, maka Kejari OKI sudah melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA). Terkait dengan adanya upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Ahmad Yani, hal tersebut merupakan hak yang bersangkutan, akan tetapi tentu saja upaya PK tersebut tidak akan menghalangi eksekusi.

“Minggu depan sidang PK akan digelar di PN Kayuagung, sementara terpidana sudah kita eksekusi dan ditahan di LP Kayuagung untuk menjalani hukuman 2 tahun penjara sesuai dengan putusan MA,” ujar Viva.

Sekedar mengingatkan, Ketua DPRD Ogan Ilir Drs Ahmad Yani harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kayuagung karena diduga telah melakukan penipuan terhadap korban Alex bin Mahmud, warga Kelurahan Lawang Kidul Barat Kecamatan Ilir Timur II Palembang yang bekerja sebagai Humas PT Meta Pupus Sarana Agro.

Ahmad Yani yang juga adik ipar mantan Bupati Ogan Ilir Ir H Mawardi Yahya ini diduga telah menipu korban pada tahun 2012-2014 dengan kerugian sekitar Rp1,4 miliar.

Modusnya, terdakwa mengaku bisa membantu korban untuk mendapatkan surat izin prinsip dari Bupati Ogan Ilir, karena perusahaan korban akan membuka perkebunan sawit di Kecamatan Muarakuang Ogan Ilir.

Namun hingga kasus bergulir di pengadilan, surat izin prinsip yang disepakati tidak kunjung keluar. Korban mengaku rugi Rp1,4 miliar yang diserahkan ke terdakwa.

Penyerahan uang itu dilakukan 3 tahap yakni tahap I Rp200 juta via transfer, tahap II Rp600 juta diantar ke rumah terdakwa dan tahap III Rp600 juta diserahkan melalui keluarga terdakwa.  (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda