Komunitas Sopir Angkot di Samarang Bentuk PERSAT

0

SEMARANG, BERITAANDA – Permasalahan transportasi online di Kota Semarang sampai saat ini terus menjadi dinamika yang tidak dapat dihindari. Dampak dari banyaknya transportasi online itu berimbas kepada angkutan konvensional yang mulai berkurang jumlah penumpangnya. Salah satunya adalah angkot.

Salah satu sopir angkot, Dwi Murdianto menjelaskan, bahwa selama ini ia tidak pernah merasakan yang namanya kesejahteraan.

Atas dasar itulah, Dwi berinisiatif untuk mendirikan kelompok ‘kecil’ baru yang diberi nama Persaudaraan Sopir Angkot Tlogosari (PERSAT).

“Kelompok kecil ndak masalah, yang penting tujuannya bagaimana nasib kita kedepan tentang transportasi angkot supaya bisa lebih sejahtera,” jelasnya warga Tlogosari Semarang ini saat ditemui BERITAANDA, Jumat (26/5/2017).

“Apalagi dengan keadaan sekarang, banyak transportasi online, itu yang membikin kita semakin sulit mencari uang. Jangankan untuk makan, untuk setoran pun kadang kita gak dapet, gitu loh,” lanjutnya.

Dwi juga berharap dengan adanya PERSAT, bisa mensejahterakan anggota dan mempermudah urusan terkait transportasi angkot.

“Harapan kami dan teman-teman terbentuknya organisasi ini bisa mensejahterakan anggotanya, bisa mempermudah,” jelasnya.

Dalam memperjuangkan kesejahteraan sopir angkot, Dwi berencana untuk melegalisasi kelompok PERSAT.

“Sudah dibentuk organisasi ini, cuma kami belum melegalisasi, rencana mau dilegalisasi,” tutupnya. (Dino)

Bagaimana Menurut Anda