KOMPAS-USU Ungkap Misteri Kegelapan Bawah Tanah di Pulau Nias

0

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Korps Mahasiswa Pencinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup Universitas Sumatera Utara (KOMPAS-USU) akan mengungkap misteri kegelapan bawah tanah di Pulau Nias dengan menelusuri sejumlah gua yang ada yang dilaksanakan mulai 15-24 November 2018. Oleh tim pendahulu, telah tiba di Gunungsitoli dalam rangka mengurus perizinan kegiatan jasa instansi terkait, Selasa (13/11/2018).

Pimpinan Umum KOMPAS-USU Annisa Putri Zai mengatakan bahwa gua yang akan dieksplorasi meliputi Gua Togi Ndrawa, Gua Laowo Maru dan Gua Togi Mbogi di Kota Gunungsitoli. Selain itu, KOMPAS-USU juga akan eksplorasi di 7 gua di Desa Hilimo’asio Dua Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias, yakni Gua Togi Zangao, Gua Togi Zawuwu, Gua Togi Nandrulo, Togi Gurusi, Gua Togi Mburune, Gua Togi Mbekhu dan Gua Togi Waguru’o.

“Menjelang keberangkatan ke Pulau Nias, tim yang terdiri dari 7 orang perempuan dan 3 orang laki-laki ini sudah melakukan sejumlah persiapan seperti latihan fisik, praktek materi, serta simulasi perjalanan guna memantapkan langkah dan meminimalisirkan kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di lapangan. Ekplorasi kawasan perguaan di Pulau Nias yang mencakup 4 wilayah kabupaten dan 1 kota dengan tema ‘Eksplorasi Sumatera Utara, Tano Niha 2018’,” jelas dia panjang lebar.

Putri kembali menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi gua yang dimulai pada tanggal 15-24 November 2018 ini bertujuan untuk menggali potensi kekayaan gua yang terdapat di Pulau Nias, serta menggemakan kegiatan kepetualangan alam bebas minat khusus penelusuran gua (caving).

“Tim Eksplorasi Sumatera Utara, Tano Niha 2018 tidak hanya melakukan penelusuran gua saja, melainkan juga mencakup pemetaan gua, pendataan sebaran mulut gua, fotografi gua, serta pendekatan sosial masyarakat lokal. Seperti yang diketahui, bahwa Pulau Nias juga menjadi bagian dari wilayah nusantara yang memiliki kawasan karst dengan sejumlah manfaat di dalamnya seperti sumber cadangan air bersih, rumah pengendali hama, serta regulator iklim,” paparnya.

Terangnya lagi, di Pulau Nias masih banyak gua yang belum pernah ditelusuri, juga menjadi latar belakang KOMPAS-USU untuk melakukan penelusuran dan pemetaan gua di Pulau Nias. Selain itu, eksotisme Pulau Nias yang sudah lama terdengar juga menambah gairah berkegiatan bagi seluruh tim.

“Kita sangat senang, karena kegiatan yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat ini disambut dengan antusias dan sangat baik oleh pemerintahan setempat. Walikota Gunung Sitoli khususnya, sudah bersedia meminjamkan bus sebagai sarana transportasi tim selama di Pulau Nias,” tutur Nara Sisilia Kaban selaku Ketua Tim Eksplorasi Sumatera Utara, Tano Niha 2018.

Disisi lain Annisa mengharapkan, setelah melakukan eksplorasi ini kiranya pemerintah setempat dapat menjaga keasrian bila dijadikan sebagai tempat wisata.

Kepala Desa Hilimo’asio Dua Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias Tello Hura, membenarkan bila di desanya memiliki 7 gua. Dan dengan tangan terbuka akan memfasilitasi kegiatan KOMPAS-USU tersebut.

Dengan ramah kepala desa itu menyambut dan menceritakan bahwa gua itu dulu sempat tersohor seantero Pulau Nias, namun 20 tahun terakhir ini tak dikunjungi orang.

“Gua itu sampai ada lagunya, Nata’ago hili Dogi Zangao Oroma Dada Idanogawo. Dan tahun 80-95 anak-anak pramuka sering persami,” ungkap Tello.

Menurut kepala desa, bahwa kegiatan KOMPAS-USU ini cukup bersinergi dengan rancangan pembangunan pengembangan daerah pariwisata di desanya.

“Sudah kami rencanakan sebagai program inovasi desa pengembangan wisata,” ungkapnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda