Keutamaan Berzikir

104

SERBA-SERBI, BERITAANDA – ‘Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan, apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan, tidaklah mereka menyebut Allah, kecuali sedikit sekali’. (QS Annisa [4]: 142).

Ayat di atas menunjukkan bahwa banyak berzikir kepada Allah SWT merupakan ciri dan identitas seorang Muslim. Dalam ayat di atas, Allah SWT menunjukkan bahwa ciri-ciri orang munafik adalah mereka yang sedikit mengingat Allah SWT.

Selain sebagai identitas keislaman, zikir adalah kebutuhan harian, karena zikir mempunyai faedah yang sangat berguna, baik dalam kehidupan dunia ataupun akhirat kelak.

Di antara keutamaan memperbanyak zikir adalah, pertama, dengan memperbanyak zikir maka secara otomatis dosa-dosa pun akan terampuni dan sekaligus mendapatkan pahala yang besar. Sebagaimana firman Allah SWT. ‘Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Aku telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar’. (QS Al Ahzab [33]: 35).

Kedua, zikir akan memperkuat dan menyeimbangkan kejiwaan dalam menghadapi lika-liku kehidupan yang diwarnai dengan banyaknya permasalahan hidup dan berbagai macam musibah, karena zikir dapat menjadikan hati tenang dan tenteram. Sebagaimana janji Allah SWT, ‘Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram’. (QS Arra’d [13]: 28).

Ketiga, dengan banyak mengingat Allah, maka Allah pun akan banyak mengingat kita. ‘Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan)’. (QS Albaqarah [2]: 152).

Keempat, dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT, kita akan mendapatkan keberuntungan, baik di dunia ataupun di akhirat, sebagaimana firmannya, ‘Dan, sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung’. (QS Al Anfal [8]: 45).

Cara memperbanyak zikir, yaitu dengan melakukan zikir dan doa sesuai dengan yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya dalam Alquran dan sunah Nabi, dimana segala aktivitas umat Islam dari mulai tidur sampai tidur kembali, dipenuhi dengan zikir dan doa. Wallahu a`lam bish-shawab. (*)

*Sumber: Republika

Bagaimana Menurut Anda