Kernet Bus Ungkap Kronologis Kecelakaan, Sempat Berhenti di Pasar Kayuagung

215

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Fikal (38) yang merupakan kernet Bus Minanga Ekspres nopol BE 7431 BU, terlihat duduk bersama seorang wanita di tangga rumah warga dekat lokasi kecelakaan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Bulu Cawang Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kernet bus tersebut berasal dari Ulak Baru Kabupaten OKU Timur. Dirinya Masih belum beranjak dari sana, karena sedang melihat Bus Minanga Ekspres dievakuasi Satlantas Polres OKI, untuk dipindahkan ke Unit Laka Lantas Kayuagung.

Fikal menceritakan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, bus sempat berhenti di Pasar Kayuagung untuk membeli makanan.

“Di dalam bus masih banyak makanan anak-anak, seperti bakso dan martabak yang belum sempat dimakan,” ungkap dia, Sabtu (25/5/2024).

Bus yang berangkat dari Palembang menuju OKU Timur tersebut, menurut Fikal, melaju dengan kecepatan antara 70-80 KM/jam.

“Kita dari OPI Palembang membawa anak-anak kelas 6 liburan. Posisi kita agak cepatlah jalannya, hari hujan, jadi jarak pandang itu kurang,” ungkapnya yang terlihat masih syok.

“Saat kejadian, kondisi jalan gelap dan sebuah mobil kontainer muatan pupuk urea seberat sekitar 50 ton dengan nopol BE 9468 AU berhenti di jalan karena mengalami masalah,” tambahnya menceritakan.

Sayangnya, lanjut dia, sopir kontainer tidak menyalakan lampu sen atau rambu-rambu, dan kondisi hujan mengurangi jarak pandang.

“Sudah dekat, mobil tidak bisa mengelak. Kepala bus selamat, tapi sisi bodi bus menabrak bagian belakang kontainer,” tambahnya.

Akibat benturan, jelas dia lagi, bus terguling dan dua penumpang yakni seorang guru dan seorang siswi, terlempar keluar hingga meninggal dunia.

“Kaca depan bus pecah, dan saya langsung membantu mengevakuasi penumpang yang masih terjebak di dalam bus untuk dibawa ke IGD RSUD Kayuagung,” tandas dia.

Irfan sang sopir bus, menurut Fikal, tak mengalami luka-luka dan pulang ke rumahnya.

Kasat Lantas Polres OKI AKP Joko Edy Santoso mengimbau sopir bus bernama Irfan untuk menyerahkan diri.

“Kami sudah mendatangi rumah sopir dan meminta keluarganya agar Irfan segera menyerahkan diri,” ungkap dia.

Terkait dugaan rem blong, AKP Joko Edy Santoso mengatakan bahwa sopir kontainer bernama Warsito Jati, sempat mendengar suara bus mengerem. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda