Kasus Tewasnya Mat Sani di Depan Rumahnya Berhasil Diungkap Polsek Pedamaran Timur

3205

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Kasus tewasnya Mat Sani (40) bin Mat Sen asal Desa Pancawarna Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan pintu rumahnya dengan banyak luka tusukan di tubuh, Senin (23/3/2018) silam, akhirnya berhasil diungkap Polsek setempat.

Pelakunya Dodi (27), pria kelahiran Sungai Menang yang tercatat sebagai warga Desa Pancawarna, tak lain merupakan tetangga korban sendiri, dibantu dua orang rekan pelaku yang kini belum diketahui identitasnya dan masih dalam penyelidikan.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kasubbag Humas Polres OKI IPTU Iryansyah, Jumat (29/11/2019) menjelaskan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Pedamaran Timur pimpinan IPDA Panca Mega Surya, salah satu pelaku pembunuhan korban Mat Sani adalah Dodi.

“Setelah lama menghilang, akhirnya Kamis (28/11/2019) kemarin Kapolsek Pedamaran Timur dan Tim Macan Komering mendapat informasi, sehingga langsung bergerak ke rumah tersangka Dodi untuk melakukan penyergapan dan berhasil menangkapnya,” kata Iryansyah.

Sekira dua bulan sebelum kejadian tewasnya korban, kata Iryansyah lagi, tersangka Dodi mendatangi rumah korban. Karena mengira bahwa istrinya disembunyikan oleh korban, sehingga tersangka marah – marah kepada korban terkait dugaan tersebut.

“Lalu Senin (23/8/2018) sekira pukul 02.00 Wib dini hari, Korban Mat Sani terbangun dari tidur dan berkata kepada istrinya (pelapor -red), ‘aku nak makan’. Kemudian korban beranjak dari tempat tidurnya, istrinya yang sempat terbangun lalu tidur lagi,” ungkap Iryansyah.

Belum tertidur lelap, istri korban mendengar suara orang berkelahi sehingga bangun. Lanjut Iryansyah, lalu membuka jendela dan melihat tersangka Dodi dan rekannya berlari ke arah seseorang (temannya lain lagi) yang sedang menunggu menggunakan sepeda motor di depan rumah warga.

“Saat beranjak hendak keluar rumah, istri korban melihat suaminya yang tergeletak di depan pintu keluar mereka dengan kondisi berceceran darah, dan terdapat sudah banyak luka tusukan di tubuhnya, hingga meninggal dunia di tempat,” terang Iryansyah.

Sementara Kapolsek Pedamaran Timur IPDA Panca Mega Surya menambahkan, usai berkata hendak makan kepada istrinya, tak lama kemudian listrik padam, sehingga korban keluar untuk mengecek NCB listrik. Namun saat buka pintu rumah, secara tiba – tiba langsung mendapat serangan membabi buta tersebut.

“Mendengar suara perkelahian, istri dan anak korban yang masih duduk di bangku SMP beranjak keluar rumah. Setiba di depan pintu, selain didapati korban tergeletak bersimbah darah, juga sempat melihat orang berlari, salah satunya dikenali anak korban ialah Dodi, tetangga mereka. Sementara dua orang lainnya tidak dikenali,” ungkap Kapolsek.

Dugaan kita menguat bahwa salah satu pelaku pembunuhan korban Mat Sani adalah Dodi. Lanjut Kapolsek, karena usai kejadian tewasnya korban, Dodi yang merupakan tetangga mereka menghilang dari rumah, yang menurut informasi didapat kabur ke daerah Bangka, Cengal dan Sungai Menang.

“Sekira dua bulan sebelum kejadian, tersangka Dodi membawa senjata tajam pernah mendatangi rumah korban dan menuding korban menyembunyikan istri tersangka Dodi. Saat itu tersangka marah – marah sambil mengancam menggunakan senjata tajam yang dibawanya,” ungkap Kapolsek.

Ketika tersangka Dodi berhasil ditangkap, kita berupaya melakukan pengembangan. Tambah Kapolsek, namun saat dibawa untuk menunjukkan siapa dan dimana dua orang rekannya, tersangka berusaha lari dengan melakukan perlawanan, sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kakinya.

“Tersangka ini asli berasal dari Sungai Menang, tetapi telah lama tinggal di Desa Pancawarna. Hasil interogasi sementara, tersangka membenarkan kalau saat kejadian tewasnya Mat Sani, ia berada dan lari dari lokasi kejadian. Namun belum mengakui siapa indentitas dua orang lainnya yang diduga juga pelaku,” pungkas Kapolsek. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda