Kasus Penemuan Tengkorak di Belakang ‘Pasar Baru’ Terungkap, Ternyata Pelakunya Oknum ASN

122
Kapolres AKBP. Anggon Salazar Tarmizi SIK didampingi Kasat Reskrim IPTU M. Ginting memberikan keterangan press rilis serta tersangka dihadirkan. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Penemuan kerangka manusia di semak belukar belakang komplek Pasar Baru Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat, mulai menemui titik terang.

Kepolisian Resor (Polres) Sekadau saat ini telah mendapatkan identitas kerangka dan penyebap kematian, sekaligus telah mengamankan satu orang tersangka tunggal pelaku pembunuhan kepada korban.

Berdasarkan hasil press rilis Polres Sekadau, Rabu (9/10/2019), korban diketahui bernama Santi berjenis kelamin perempuan dengan usia 22 tahun asal Rt 04 Rw 02 Nanga Libau Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang.

Sedangkan Tersangka berinisial Sr berusia 53 tahun, tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjabat Kepala Sekolah SD 07 Desa Semabi Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dan berdomisili di Desa Semabi.

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka dalam pemeriksaan, pembunuhan korban tersebut dilakukan pada 17 September 2019. Dimulai dari tersangka datang ke kos-kosan korban.

Setelah berbicara dengan korban, lalu tersangka (TSK) pergi menuju Dinas Pendidikan Pemkab Sekadau untuk urusan dinas.

“Sebelum pergi, TSK meminta korban untuk menunggu di gorong – gorong tidak jauh dari kos-kosan korban sore harinya,” kata Kapolres.

Sepulang dari Dinas Pendidikan, TSK menuju kos korban dan menanyakan Sn selaku saksi, mengenai keberadaan korban. TSK kemudian mencari korban di gorong-gorong tempat yang diminta untuk bertemu korban.

Setiba di gorong-gorong, korban berjalan bersama dengan TSK ke jalan belakang Pasar Baru Sekadau dan terjadi pertengkaran TSK dengan korban. “Sehingga TSK melakukan penganiayaan dan membunuh korban di semak-semak belukar,” tambah Anggon.

Pembunuhan dilakukan TSK kepada korban, diterangkan Kapolres, dilakukan dengan cara memukul kepala bagian belakang. Setelah korban terjatuh, TSK menginjak pinggul bagian belakang korban, sehingga korban meninggal dunia.

“Tersangka dan korban sempat bergumul, sesuai keterangan pemeriksaan oleh tersangka. Dan dan kami dapati baju dinas tersangka yang digunakan saat melakukan pembunuhan terdapat robekan,” papar Kapolres.

“Setelah melakukan pembunuhan, TSK kembali ke kos korban dan mengambil sepeda motor serta tas, dan kemudian pergi,” pungkas dia. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda