Jelang Pilkada Tulangbawang, Tim Sukses Paslon Saling Lapor

0

TULANGBAWANG, BERITAANDA – Konstelasi politik pilkada Tulangbawang kian hangat menjelang hari pencoblosan 15 Februari mendatang.

Dua tim pasangan calon (paslon) saling lapor dugaan money politik dan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye ke Panwaslu Tuba.

Dua paslon itu yakni pasangan nomor urut dua (2) Hanan A Rozak-Heri Wardoyo (Handoyo) dan paslon nomor tiga (3) Winarti-Hendriwansyah (Win-Hen).

Pada Selasa (10/1/2017) kemarin, tim pemenangan pasangan Win-Hen menggeruduk kantor Panwaslu Tuba untuk melaporkan dugaan pelanggaran pilkada Handoyo ke Panwaslu Tulangbawang.

Laporan itu terkait dengan dugaan pelanggaran pemasangan alat peraga kampaye (APK) yang tidak pada tempatnya hingga dugaan money politik paslon nomor urut dua yang melibatkan aparatur kampung.

Laporan diterima Ketua Panwaslu Tuba Komi Pelda dan anggota Panwaslu bidang pencegahan Alwansyah.

LO Win-Hen, Subardi mengatakan, dalam laporan yang disampaikan ke Panwas, dugaan pemasangan APK oleh Handoyo dilakukan di beberapa lokasi milik pemerintah.

“APK dipasang tidak pada tempatnya.  Dipasang di fasilitas milik pemerintah. Ini melanggar ketentuan yang diatur dalam keputusan KPU Tuba nomor 32 tahun 2016,” terang Subardi.

APK bergambar paslon nomor urut dua tersebut tepasang di beberapa fasilitas pemerintah. “Ada yang dipasang didepan kantor dinas pasar, ada juga yang di perumnas PNS Tiuh Tohou,” paparnya.

Tim Win-Hen juga melaporkan dugaan money politik yang melibatkan aparatur kampung di Kampung Cakat Kecamatan Menggala Timur.

“Ada laporan warga cakat soal bagi-bagi uang oleh Handoyo. Ini melibatkan aparatur kampung. Handoyo kampanye tanggal 6 Januari, kemudian tanggal 7 mereka bagi-bagi uang,” bebernya.

“Ini kami lampirkan 10 video pernyataan warga yang menerima maupun yang memberi,” tambah Subardi.

Pada Rabu (11/1/2017) malam, laporan tim Win-Hen itu langsung ditindaklanjuti oleh tim penegakan hukum terpadu (gakkumdu) di kantor Panwaslu Tuba dengan memeriksa Sahdan AP.

Sahdan diperiksa sebagai pelapor dugaan politik uang oleh tim Handoyo saat menggelar kampanye di Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, pada 6 Januari lalu.

Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 21.00 Wib hingga pukul 23.00 wib itu berlangsung tertutup dengan menghadirkan tiga jaksa fungsional dari Kejari Menggala. Dari unsur kepolisian, dihadiri Kasat Reskrim Polres Tuba AKP Efendi beserta jajaran.

Sahdan yang dikonfirmasi mengaku mengetahui aksi dugaan money politik yang dilakukan tim Handoyo.

“Tim Handoyo melalui RT membagikan dana sebesar Rp50 ribu pe rumah untuk 75 KK, dan sebuah jam dinding dengan gambar pasangan nomor urut 2 yang dibagikan melalui karang taruna setempat,” terang Sahdan, Kamis (12/1/2017).

Sahdan menambahkan, dirinya menginginkan pesta demokrasi yang bersih dan sehat, sehingga atas nama masyarakat Tulangbawang dirinya berani melaporkan kejadian tersebut ke Panwaslu.

Sebelumnya, tim Handoyo juga melaporkan dugaan pelanggaran pemasangan APK pasangan nomor urut tiga di beberapa kampung.

Laporan ini terkait dengan desain APK pasangan nomor urut tiga yang diduga melanggar ketentuan dan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda