Jaksa Tuntut Terdakwa Faishal 1 Bulan Penjara, Keluarga Korban Kecewa

0
Terdakwa Faishal yang hanya dituntut 1 bulan penjara.

SAMARINDA-KALTIM, BERITAANDA – Sidang perkara penganiayaan bos alat berat kembali digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (3/10/17) sore.

Dihadapan majelis hakim dipimpin Ahmad Rasid Purba didampingi hakim anggota Abdul Rahman Karim dan Maskur, JPU Agus Suprianto membacakan tuntutan atas perkara penganiayaan yang dilakukan terdakwa Ulfiansyah alias Ulfi.

Dalam perkara yang berkasnya terpisah (split) dengan terdakwa Faishal, Ulfi dituntut JPU dengan hukuman 1 tahun penjara dipotong selama menjalani masa tahanan.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Ulfi mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukan kepada korban Rudiyanto Handoko.

“Saya menyesal yang mulia, mohon keringanan hukuman,” katanya kepada majelis hakim.

“Apa alasan saudara minta keringanan,” tanya hakim. Terdakwa Ulfi menjawab agar dirinya bisa beraktifitas kembali.

Sedangkan perkara terdakwa Faishal yang memiliki peran berbeda dengan terdakwa Ulfi, di ruang sidang terpisah dihadapan ketua majelis hakim yang dipimpin R Yoes Hartyarso didampingi hakim anggota Joni Kondolele dan Edi Toto Purba, JPU Agus Suprianto menuntut terdakwa Faishal dengan hukuman 1 bulan penjara.

Terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 1 bulan penjara. Pertimbangannya karena terdakwa tidak ikut melakukan penganiayaan sebagaimana yang dilakukuan terdakwa Ulfi.

Faishal disebutkan, hanya menendang pintu mobil satu kali dan memukul kaca jendela mobil dua kali.

Ditempat terpisah usai persidangan, korban Rudiyanto bersama istri dan anggota keluargnya ketika berbincang dengan wartawan mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa.

Menurut Rudiyanto, tuntutan 1 bulan penjara kepada terdakwa Faishal itu tidak memenuhi rasa keadilan.  “Terus terang saya sangat kecewa,” ujarnya singkat. (ib)

Bagaimana Menurut Anda