Indeks Kerawanan Pemilu di Lampung Menurun

91

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kegiatan yang bertemakan ‘pemantapan sinergitas kelembagaan pengawas pemilu bersama jajaran pemangku kepentingan dalam mewujudkan pemilihan umum tahun 2019 di Provinsi Lampung yang luber dan jurdil’, diselenggarakan di Ballroom Hotel Sheraton, Senin (15/4/2019).

Dalam acara tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah.

Ia menjelaskan, kegiatan dimaksudkan guna perkuatan dukungan para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pengawasan pemilihan umum anggota DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota serta pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2019 di Provinsi Lampung.

“Sedangkan tujuannya untuk pemantapan implementasi fungsi pengawasan dalam penyelenggaraan hal tersebut di atas, hingga terciptanya persamaan persepsi dalam implementasi fungsi dan terbinanya sinergitas dan konsolidasi antar kelembagaan dalam mewujudkan pengawasan pemilu,” tegas Fatikhatul Khoiriyah.

Fatikhatul kembali menjelaskan bahwa indeks kerawanan pemilu (IKP) tahun 2019 di Lampung menurun, dari tingkat kerawanan tinggi menjadi sedang. Hal ini berdasarkan hasil pemetaan dan deteksi dini dari berbagai potensi pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Bawaslu RI pada saat masuk tahapan masa tenang.

“Launching Bawaslu RI pada tangga 9 April lalu, hasilnya di Lampung tingkat kerawannya menurun. Sebelumnya pada memasuki tahapan kampanye IKP Lampung tinggi, tapi memasuki masa tenang IKP di Lampung menurun menjadi sedang,” ujarnya.

“Penurunan tingkat kerawanan tidak lepas dari kerja keras jajaran pengawasan dan kerjasama yang dilakukan bersama steakholder yang membidangi kepemiluan,” terang Fatikhatul lagi.

Pada masa tenang ini, lanjut dia, Bawaslu dari semua tingkatan melakukan patroli pengawasan secara serentak dalam rangka pencegahan politik uang.

“Tugas pencegahan ini tidak mudah, Lampung sangat rawan politik uang. Maka ikhtiar kami di masa tenang, pengawasan pemilu siaga 24 jam agar tidak ada peserta pemilu yang melakukan serangan fajar,” tegasnya.

Terkait alat peraga kampanye (APK), Bawaslu sudah menyurati peserta pemilu untuk mencopot APK yang masih terpasang, mengingat sudah memasuki masa tenang kampanye dan tidak melakukan hal-hal yang bersifat kampanye.

“Melepas APK ini sebenarnya bukan menjadi tugas kami, melainkan peserta pemilu. Tapi pengalaman kami pemilu sebelumnya, maka kami mengikhlaskan diri untuk membersihkannya. Kalaupun masih ada yang belum dilepas, itu masih on proses. Sehingga pada hari H pencoblosan APK sudah bersih,” pungkasnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda