Guru Cerdas, Latih Disiplin Anak Tanpa Kekerasan

0

Oleh Eva Noveryani (1730201175) Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang

BERITAANDA – Sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan pengadilan yang bertugas memberikan hukuman siswa yang bersalah. Segala hukuman yang dilakukan pihak sekolah harus dapat dimaknai sebagai proses pendidikan. Hal ini termasuk saat harus memberikan hukuman untuk menimbulkan efek jera bagi siswa.

Guru yang suka memberi hukuman pada siswa dengan kekerasan dapat berkakibat buruk bagi siswa, bukan berarti guru tidak diperbolehkan menghukum siswa. Siswa yang berbuat kesalahan memang sebaiknya dihukum supaya siswa bisa jera. Baik siswa yang melakukan dan juga peringatan siswa yang lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Hukuman yang diberikan tidak harus ‘kekerasan’, namun bagian dari proses pembelajaran penanaman disiplin pada anak.

Terutama pada jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ahliyah (MI) pentingnya penanaman disiplin, karakter yang sopan, cerdas, dan berakhlakul karimah. Tentunya tantangan bagi seorang pendidik harus jeli dan super ekstra dalam mendidik dimana dunia telah memasuki masa era generasi milenial.

Contohnya, MI Azharyah Palembang yang merupakan salah satu sekolah madrasah di Kota Palembang, mempunyai 600 orang siswa dan sebanyak 13 kelas yang terdiri dari kelas I AB, II AB, III ABC, IV AB, V AB, VI AB.

Sekolah ini mempunyai cara tersendiri dalam proses pembelajaran hingga hukuman yang diberikan kepada siswa supaya disiplin dalam belajar.

Hukuman yang diberikan kepada siswa, jika tidak disiplin dalam belajar, misalkan siswa tidak mengerjakan tugas (PR), maka siswa dihukum dengan hal cerminan proses pendidikan seperti mengaji, membaca surat-surat jus’amma, dan shalat. Tujuannya supaya siswa bisa tertanam disiplin dalam belajar dan menjadikan siswa yang cerdas sholeh-sholehah dan berakhlakul karimah.

Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan maksimal, penting bagi guru untuk menjadi favorit bagi siswa. Jika siswa senang pada guru, niscaya siswa bisa lebih taat dan disiplin. Dengan itu, pentingnya peranan orang tua dalam memantau kondisi perkembangan anak dalam dunia pendidikan sekolah. (*)

Bagaimana Menurut Anda