Gerilya Desindo – OJK Bangun BUMADes dan Inklusi Keuangan Desa di Jateng

0

SEMARANG-JATENG, BERITAANDA – Yayasan Desapolitan Indonesia (Desindo) yang digandeng oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI bersama mitra strategis lainnya yakni Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), PT. BUM Desa Indonesia (BDI), PT. Darmajaya Digital Solution (DJ Corp) dan Badan Nasional Penggiat Desa (BNPD) Indonesia secara maraton sukses menggelar kegiatan pelaksanaan pilot program pendirian Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMDes/BUMADes), Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/LKM Syariah (LKMS), dan Bank Wakaf Mikro (BWM), untuk mendorong aktifitas ekonomi dan akses keuangan desa dan antar desa di tiga kabupaten di Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018) hingga Jumat (11/5/2018).

Kegiatan yang kaya spirit kegotong-royongan mempercepat inklusi keuangan desa dengan mengacu prinsip ‘sekali dayung dua tiga pulau terlampaui’, dan merupakan tindak lanjut sinergi pasca-FGD bertema senada di kantor OJK RI Jakarta pada 2 Maret 2018 ini, ditujukan bagi upaya optimalisasi pemenuhan kebutuhan rancang bangun keberdayaan ekonomi desa sesuai butir ketiga Nawacita sekaligus amanat konstitusi seperti diatur UU Pemerintahan Daerah, UU Desa, UU 21/2011 tentang OJK, UU 1/2013 tentang LKM, PP 72/2005 tentang Desa, Permendagri 39/2010, dan Permendesa PDTT 4/2015.

Didahului pembentukan Tim AdHoc BUMADes yang dipimpin anggota Dewan Pengawas Desindo sekaligus pegiat Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) Kantor Staf Presiden (KSP) RI Ronggo Purwoko, sebanyak 50 desa se-Kabupaten Klaten, 50 desa se-Kabupaten Boyolali, dan 45 desa se-Kabupaten Sukoharjo bersepakat mendirikan BUMADes (atau dalam nomenkaltur UU Desa, BUMDes Bersama).

Diawali pertemuan Musyawarah Antar Desa (MAD) tentang pendirian BUMADes PT. Klaten Maju Sejahtera (KMS) yang penyertaan modalnya bersumber dari capital sharing 50 BUMDes di 26 kecamatan se-Kabupaten Klaten, yang dipusatkan di Balai Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Rabu (9/5/2018).

Dilanjutkan pertemuan serupa tentang pendirian BUMADes PT. Sukoharjo Makmur Sejahtera (SMS) yang sahamnya dimiliki 45 BUMDes dari 12 kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo yang dilaksanakan di Balai Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kamis (10/5/2018).

Diakhiri pertemuan serupa tentang pendirian BUMADes PT. Boyolali Mukti Lestari (BML) yang sahamnya dari modal bersama 50 BUMDes dari 19 kecamatan se-Kabupaten Boyolali, dipusatkan di Balai Desa Simo, Kecamatan Simo, Jumat (11/5/2018). Menariknya, pertemuan Boyolali diikuti peserta terbanyak, masing-masing 4 pengurus BUMDes turut mendampingi 50 kepala desa yang hadir.

Kegiatan ini didukung penuh pemerintah daerah (pemda) setempat, dibuktikan dengan hadirnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) masing-masing, untuk memberikan dorongan semangat, khatur khidmat, dan ucapan selamat kepada para motor penggerak ekonomi desa ini.

Selaku fasilitator, Kepala Bidang Pengembangan Inklusi Keuangan, Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan (DLIK) Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen (DKEP) OJK RI juga turun gunung sekaligus memberikan materi pencerahan terkait sinergi penatalaksanaan kelembagaan ekonomi desa dan antar desa, dengan program LKM/LKMS yang berbasis sektor usaha UMKM dan Bank Wakaf Mikro (BWM) yang berbasis pondok pesantren melalui jejaring koperasi pondok pesantren (kopontren), Baitul Ta’amwil Maal (BMT) dan unit usaha kelolaan lainnya.

Dari Desindo, Fourth Deputy BPH sekaligus bendahara dewan pengurus yang juga CEO PT. Darmajaya Digital Solution, Davit Kurniawan, dipercaya memberikan materi tentang Digitalisasi desa dan revolusi pasar rakyat digital sebagai clue otoritatif kelembagaan ekonomi desa menaja otonomisasi desanya melalui program digitalisasi ekonomi desa secara terintegrasi dan inklusif, sesuai semangat visioner OJK dan amanat UU Desa.

“Desindo konsisten menawarkan skema pemberdayaan ekosistem ekonomi desa dengan platform aplikasi digital smartnetizen sebagai ‘rumah besar’-nya, Sistem Informasi Desa (SIDesa) dan e-bumdes.id sebagai basis data,” jelas Davit Kurniawan. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda