Ekspor Impor Sumsel Turun Selama Bulan Oktober

0

PALEMBANG, BERITAANDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat nilai ekspor Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 mengalami penurunan sebesar 4,24 persen, dibandingkan bulan September 2018. Dan total ekspor pada periode tahun 2018 (Januari-Oktober) mengalami peningkatan sebesar 15,64 persen, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.

Heri Mimaryanto selaku Kabid Statistik Distribusi BPS Sumsel mengatakan, perdagangan luar negeri memiliki peranan yang penting dalam perekonomian dan pembangunan. Kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa.

“Dengan devisa tersebut, negara atau daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk konsumsi dan menunjang sektor industri,” jelas dia saat memimpin rilis bulan BPS, Senin (3/12/2018).

Lanjut dia, perkembangan ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan. Pada bulan Oktober 2018, ekspor Sumatera Selatan sebesar US$ 390,76 juta, sementara itu nilai ekspor Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 mengalami penurunan sebesar 4,24 persen dibandingkan bulan September 2018.

Akan tetapi, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 (Januari-Oktober), ekspor Provinsi Sumatera Selatan mengalami peningkatan sebesar 15,64 persen.

“Ekspor turun karena dua komoditas utama yakni karet dan pulp harganya sedang anjlok, sehingga penjualannya juga turun,” kata Heri.

Dijelaskannya, nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 sebesar US$ 390,76 juta, terdiri dari ekspor migas sebesar US$ 37,78 juta dan US$ 352,98 juta, yang merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas.

“Tiongkok, Malaysia dan India menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari-Oktober 2018. Masing-masing mencapai US$ 1283,64 juta, US$ 459,49 juta dan US$ 314,82 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 54,06 persen dari total ekspor periode Januari Oktober 2018,” terangnya.

Untuk nilai impor Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 sebesar US$ 35,75 juta atau turun sebesar 11,70 persen jika dibandingkan bulan September 2018. Sementara itu impor Provinsi Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 sebesar US$ 35,75 juta, terdiri dari impor migas sebesar US$ 2,13 juta dan nonmigas sebesar US$ 33,62 juta.

Negara asal impor terbesar periode Januari-Oktober 2018 yaitu Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$ 170,96 juta, diikuti Italia dengan nilai impor US$ 137,66 juta, dan Amerika Serikat dengan nilai impor mencapai US$ 70,21 juta.

“Turunnya nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 dibanding September 2018 sebesar 4,24 persen, disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor nonmigas sebesar 4,00 persen, yaitu dari US$ 367,68 juta menjadi US$ 352,98 juta. Dan nilai ekspor migas juga mengalami penurunan sebesar 6,46 persen dari US$ 40,39 juta menjadi US$ 37,78 juta,” tambah Heri.

Turunnya nilai ekspor juga selaras dengan turunnya nilai impor. Impor Provinsi Sumatera Selatan di bulan Oktober 2018 sebesar US$ 35,75 juta, terdiri dari impor migas sebesar US$ 2,13 juta dan nonmigas sebesar US$ 33,62 juta.

Turunnya nilai impor bulan Oktober 2018 sebesar 11,70  persen dibanding bulan September 2018, dikarenakan menurunnya nilai impor nonmigas sebesar 11,39 persen dan impor migas juga mengalami penurunan sebesar 16,25 persen.

Nilai impor Sumatera Selatan periode Januari-Oktober 2018 sebesar US$ 671,82 juta terdiri dari impor migas sebesar US$ 24,19 juta, turun sebesar 1,87 persen. Dan nonmigas sebesar US$ 647,64 juta naik sebesar 107,56 persen dibanding periode Januari-Oktober 2017.

“Impor ini turun bisa saja sejumlah proyek pemerintah atau perusahaan sudah selesai, apalagi ini akhir tahun untuk tutup buku, maka pembelian sejumlah alat dan barang juga mulai distop karena sudah selesai,” tutup Heri. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda