Dugaan Pungli Puluhan Juta di MTSN 1 Kerinci, Ini Kata Kasi Madrasah Kemenag

76
Ilustrasi

KERINCI, BERITAANDA – Sejumlah orang tua murid kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Kerinci saat ini menjerit gara-gara diminta oleh pihak sekolah uang perpisahan sebesar Rp 690 ribu/siswa.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Madrasah pada Kemenag Kabupaten Kerinci H. Daprisman mengatakan, untuk kegiatan apapun seharusnya pihak sekolah harus menggelar rapat komite dengan orang tua murid terlebih dahulu

“Ya, sebelum memutuskan dan merencanakan sesuatu, apalagi dengan sifatnya pungutan, seharusnya pihak sekolah mengundang orang tua siswa agar mendapatkan hasil yang baik,” kata dia melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/5/2024).

“Dan sebaiknya pula tidak ada paksaan, mengingat latar belakang ekonomi orang tua yang berbeda-beda,” pintanya

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Kerinci H. Pahrizal mempersilakan media ini untuk menanyakan hal itu ke sekolah yang bersangkutan.

“Saya tidak tahu dengan hal tersebut, silakan konfirmasi dengan panitia perpisahan, terima kasih,” jelas dia singkat.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, keluhan dan keberatan terpendam disampaikan secara berantai oleh sejumlah wali murid MTSN 1 Kerinci. Mereka mempertanyakan dan meminta pewarta untuk melakukan investigasi di sekolah tersebut, serta memberitahu ke publik terkait dengan pungutan yang dilakukan sekolah itu.

“Seharusnya pihak sekolah harus mengerti dengan kami (wali murid). Setelah tamat dari MTS, anak kami akan melanjut pendidikannya di tingkat SMAN/SMKN, sudah jelas kami butuh uang setidaknya untuk membeli seragam sekolahnya,” ucap salah satu orang tua siswa, Senin (13/5/2024).

Ia sangat kecewa dan geram dengan pihak MTSN 1 Kerinci. Pasalnya, nominal yang ditentukan cukup memberatkan. Dan parahnya lagi tidak melalui keputusan rapat bersama dengan wali murid.

“Kita tidak tahu kapan rapatnya, tahu-tahu diminta uang Rp 690 ribu/siswa,” ucapnya dengan raut wajah emosional.

Ia menyesalkan dan mempertanyakan kenapa sekolah negeri yang notabene punya banyak anggaran dana, masih juga mau memanfaatkan momen seperti itu untuk mengumpulkan dana dari setiap wali siswa.

“Kalau sewajarnya tidak jadi masalah, ini sudah mendaki angka Rp 700 ribu. Lagi pula sekolah negeri kan banyak anggaran, salah satunya dana BOS,” tambah dia.

Senada dengan wali murid lainnya, juga ikut bicara dan mengeluh. Ia meminta aparat penegak hukum (APH), terutama Tim Saber Pungli bergerak mengusut diduga adanya indikasi pelanggaran hukum tersebut.

“Hal seperti ini kami meminta kepada Tim Saber Pungli Polres Kerinci agar mengusut dan memanggil pihak sekolah atas dugaan pungli di MTSN 1 Kerinci,” pinta orang tua siswa lainnya.

Dari penelusuran BERITAANDA, menurut salah satu guru di MTSN 1 Kerinci itu menyatakan bahwa siswa/i kelas IX yang tamat tahun 2024 berjumlah 91 orang. Dari jumlah siswa/i itu, pihak sekolah diduga mengumpulkan uang hasil pungli terhadap orang tua wali murid berjumlah Rp 62.790.000.

Kepala Sekolah MTS Negeri 1 Kerinci Hasminiyeti ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk meminta waktunya agar dapat ditemui oleh media ini, hanya menjawab dengan singkat.

“Wa’alaikum slm. Ya nanti ado waktu luangnya yo. Minin gi byk kegiatan yg dikerjakan,” jawab dia. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda