Cemarkan Nama Baik Sang Kades, Pemdes Fahandrona Laporkan Balik Ama Alber

240

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Diduga mencemarkan nama baik serta membuat laporan dan keterangan palsu di kepolisian, Kepala Desa (Kades) Fahandrona Kecamatan Ulugawo Kabupaten Nias, Krisman Waruwu, melaporkan AN alias Ama Alber asal Dusun II Desa Fahandrona ke Polres Nias, Rabu (12/2/2020) lalu.

“Saya selaku kades sangat keberatan atas laporan saudara AN di Polres Nias atas dugaan pungutan liar kepada warga sebesar Rp38.500.000, untuk pengadaan lampu tenaga surya,” kata Kepala Desa Fahandrona, Krisman, di Kabupaten Nias, Jumat (14/2/2020).

Kades menjelaskan, dirinya selaku kades belum pernah meminta uang kepada warga terkait pengadaan lampu tenaga surya tersebut.

“Laporan itu tidak benar, saya selaku kepala desa belum pernah meminta uang kepada warga calon penerima manfaat, karena itu bantuan dari pusat dan tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Selanjutnya, kades menjelaskan, bahwa pada lampiran laporan AN di Polres Nias diduga tandatangan dan data yang tertera di lampiran laporan direkayasa.

“Di dalam lampiran laporan tersebut, AN melampirkan surat daftar nama-nama calon penerima manfaat yang dia rekayasa sendiri, namun dia buat seakan-akan surat tersebut surat saya. Selanjutnya, salah satu nama-nama yang turut serta melaporkan bukan warga saya. Kemudian saya menduga tandatangan atas nama inisial AG dan TG telah dipalsukan, sebab kedua orang ini tidak bisa baca tulis,” terangnya.

Akibat laporan pengaduan tersebut, kades mengakui bahwa dirinya, keluarga, serta jajaran pemerintahan desa merasa terganggu secara psikologis.

“Saat ini saya merasa tidak nyaman, karena menjadi sorotan dan juga mendapat hujatan baik di media sosial maupun di desa, seakan-akan apa yang dilaporkan oleh AN itu benar. Padahal mereka tidak tahu fakta yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Fahandrona sepakat untuk melaporkan balik AN atas dugaan pencemaran nama baik, karena dugaan membuat laporan dan memberikan keterangan palsu.

“Saya memohon kepada pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan ini,” harapnya. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda