Bupati Tapsel Sebut Santri Indonesia Sebagai Wujud Perdamaian Dunia

265

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu menjadi inspektur upacara (irup) peringatan Hari Santri Nasional ke-5 tahun 2019, di lapangan bolakaki Sarasi II, Kelurahan Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, Ahad (20/10/2019).

Dalam sambutannya Bupati Tapsel H Syahrul M. Pasaribu menyampaikan amanat tertulis Menteri Agama RI, bahwasanya Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan pada tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sesuai dengan Kepres No. 22 tahun 2015.

Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk dengan dicetusnya ‘Resolusi Jihad’ yang berisi fatwa berkewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, resolusi jihad ini melahirkan peristiwa heroik yang selalu kita peringati sebagai Hari Pahlawan di setiap tanggal 10 November 1945.

Sejak hari santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda, di tahun 2016 mengusung tema ‘Dari Pesantren Untuk Indonesia’, di tahun 2017 ‘Wajah Pesantren Wajah Indonesia’, dan di tahun 2018 ‘Bersama Santri Damailah Negeri’.

Sedangkan di tahun 2019 ini, peringatan Hari Santri mengusung tema ‘Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia’, tema ini diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian, karena pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil’alamin.

Disamping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, karena Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.

“Dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata serta menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan dalam mengemban misi untuk menyampaikan pesan-pesan perdamaian di dunia internasional”.

Kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri tahun 2019 ini, telah ditetapkan UU No. 18 tahun 2019 tentang pesantren. Undang-undang ini telah memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan semata, akan tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat, apalagi tamatan pesantren juga memiliki hak yang sama dengan lembaga lainnya.

Kemudian Syahrul mengajak kepada seluruh masyarakat Tapsel untuk terus bersama-sama menjaga kondusifitas dan kedamaian ini, termasuk agenda pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI 2019-2024 pada hari ini, Ahad pukul 14.30 Wib. Karena segala tahapan pemilu 2019 telah kita lalui sesuai dengan konstitusi, begitu juga dengan situasi kamtibmas khususnya di Kabupaten Tapsel telah berjalan aman dan kondusif.

“Mari terus kita jaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan untuk Indonesia maju dan sejahtera. Karena melalui doa bersama pagi ini, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi kita semua serta merahmati Indonesia dengan penuh kedamaian,” kata Syahrul mengakhiri sambutannya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama untuk Indonesia maju dan sejahtera diikuti oleh seluruh peserta upacara diantaranya, Dandim 0212/TS Letkol Inf. Akbar Nofrizal Yusananto, Kapolres AKBP Irwa Zaini Adib, Wadanyon C Brimobdasu, Sekda Parulian Nasution, Ketua MUI, Kakan Kemenag, pimpinan OPD, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Camat Angkola Muaratais, dan Camat Batang Angkola. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda