Bupati Iskandar Inisiasi Pembangunan Asrama Santri Asal OKI

559

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar SE menginisiasi para wali santri dalam pembangunan asrama santri asal OKI yang mondok di Pondok Pesantren Al Ittifaqiah Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Saat ini tercatat sebanyak 405 orang santri asal OKI menimba ilmu di salah satu pesantren tertua se-Sumatera Selatan itu.

Peletakan batu pertama pembangunan asrama tersebut dilakukan di Kampus G Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya pada Jumat (25/8/2023).

“Kami mengajak seluruh pihak, khususnya wali santri asal Kabupaten OKI berinvestasi di pesantren ini bukan hanya investasi dunia, juga akhirat,” kata Iskandar.

Pembangunan asrama merupakan bagian dari pengembangan kawasan Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya menuju pesantren internasional.

Kawasan dengan luasan lebih dari 200 hektare itu akan dikembangkan menjadi sentra ekonomi baru, seperti pusat pendidikan, rumah sakit, dan ruang publik.

“Kawasan ini tentu sangat potensial untuk meningkatkan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar,” kata Iskandar.

Dirinya tidak bisa mengintervensi lebih jauh karena perbedaan wilayah dan kewenangan.

“Karena ini beda wilayah, tentu saya tidak bisa mengintervensi secara kebijakan. Tetapi selaku alumni, keluarga besar Ponpes Al Ittifaqiah, saya terpanggil untuk kemajuan pesantren ini,” ucap Iskandar.

Mudir Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya KH. Mudrik Qori mengatakan, pihak pesantren sedang mengembangkan kawasan Baghdad City di ponpesnya.

“Dalam site plannya ada asrama yang dapat menampung 4 ribu santri, masjid, ruang belajar, rumah sakit dan bangunan komersil lainnya,” ujar KH. Mudrik.

KH. Mudrik mengatakan, Bupati OKI merupakan pioner pembangunan asrama kabupaten/kota se-Sumsel di Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya.

“Asrama Kabupaten OKI jadi yang pertama kiranya dapat diikuti kabupaten kota lain,” jelas dia.

Beberapa investor, menurut KH. Mudrik, telah berminat berinvestasi di kawasan pesantren.

“Bagaimanapun bentuk kerja samanya, kita membuka ruang. Contoh yang sudah berhasil berupa pembangunan 54 lokal ruang belajar santri,” pungkas KH. Mudrik. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda