Bersih Diri Bayar Rp150 Ribu Per Caleg, Ketua PN Kayuagung: Tidak Boleh Narik Biaya, Kalau Ada Laporkan Kepada Kami

0

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Tingginya permohonan penerbitan surat keterangan bersih diri (SKBD) di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung menjadi atensi tersendiri bagi Ketua PN Kayuagung, Jarot Widyatmono. Menurutnya, tingginya permohonan ini membuat pihak PN harus memberikan layanan yang prima terhadap masyarakat yang datang ke tempat tersebut.

Akan tetapi, isu dugaan adanya penarikan terhadap para pemohon ini sempat menggegerkan pihak PN Kayuagung.

“Kami menyayangkan atas adanya kejadian ini, yang bersangkutan sudah saya panggil secara kedinasan,” katanya, Kamis (12/7/2018).

Dijelaskan dia, permohonan penerbitan surat tersebut sebelumnya memang dikenakan biaya Rp5 ribu berdasarkan PNBP-nya. Akan tetapi setelah keluar PERMA yang menyatakan bahwa itu tidak dipungut biaya, dirinya telah mengumumkan agar tidak boleh narik biaya.

“Sudah digaji, sudah remonerasi jadi tidak ada (penarikan) apapun. Tinggalkan kebiasaan lama. Banyak yang persyaratannya kurang, dan itu memang karena kurang persyaratan,” ungkapnya.

Menurut dia, yang paling penting adalah pelayanan yang prima, kecepatan serta kepuasan dari masyarakat yang datang untuk meminta dilayani di PN.

“Kalau ada (penarikan), laporkan kepada kami. Di depan sudah ada bagian informasi, tanyakan di sana. Ada juga pelayanan informasi online yang bisa langsung diakses Mahkamah Agung (MA),” terangnya.

Masih kata Jarot, saat ini PN Kayuagung tengah mengejar untuk mendapatkan akreditasi A excelent dari status saat ini B.

“Ini perlahan kita jalankan, dan beberapa hal perlahan diubah. Kalau secara kasat mata, banyak perubahan, tapi memang masih ada beberapa hal dalam sistem yang perlahan juga akan kita ubah,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa, misi dari kedatangannya ke PN Kayuagung untuk meningkatkan akreditasi disamping memberikan pelayanan yang lebih baik di lingkungan PN Kayuagung. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda