Batalyon Infanteri 7 Marinir Gelar Acara Tradisi Kenaikan Pangkat Prajurit

94

PESAWARAN-LAMPUNG, BERITAANDA – Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir Letkol Mar Kanang Budi Raharjo, M.Tr. (Hanla) memimpin acara tradisi kenaikan pangkat Perwira, Bintara dan Tamtama Yonif 7 Mar, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2019, bertempat di Mako Batalyon Infanteri 7 Marinir Ketapang Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Sabtu (19/10/2019).

Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir menyampaikan, ia ingin mengajak rekan-rekan prajurit yang naik pangkat, coba kalian perhatikan obor yang menyala di depan kalian.

“Dia akan terus menyala, diperhatikan maupun tidak diperhatikan dia selalu memberikan cahaya, memberikan penerangan kepada lingkungan sekitarnya. Itulah harapan saya. Kalian dilihat atau tidak dilihat, kalian diperhatikan maupun tidak diperhatikan tetaplah berbuat yang terbaik, dan yakinlah kalau kalian berbuat baik serta kalian ikhlas, mudah-mudahan menjadi catatan amal ibadah,” jelas dia.

“Pada kesempatan ini juga saya ucapkan banyak terimakasih kepada ibu-ibu Jalasenastri yang telah mendampingi dan memberikan dukungan kepada suaminya, sehingga hari ini atau kala waktu 1 Oktober 2019, suaminya diberikan kepercayaan oleh institusi Korps Marinir TNI AL untuk dinaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula,” terang dia.

“Sadarilah kenaikan pangkat itu bukan hadiah, akan tetapi kenaikan pangkat itu merupakan amanah, kenaikan pangkat itu suatu kepercayaan yang diberikan dari pimpinan dan organisasi serta meraihnya tidaklah mudah, tapi kalian meraihnya dengan bersusah payah, sehingga kenaikan pangkat bukan sesuatu yang biasa dan lumrah yang rutinitas didapat, tetapi berkat kerja keras, dedikasi, loyalitas dan kinerja kalian kepada satuan sehingga pimpinan memberikan penghargaan kenaikan pangkat,” tambah dia.

“Sebelum mengakhiri sambutan, saya mengingatkan dan menegaskan kembali bahwa eksistensi setiap anggota Yonif 7 Marinir dimanapun tempat dan bidang penugasannya agar senantiasa melekat atribut dan kehormatan sebagai prajurit matra laut. Karena itu selalu dituntut untuk dapat mengekspresikan identitas atau jati diri sebagai prajurit pejuang yang benar-benar memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai sapta marga sumpah prajurit dan delapan wajib TNI serta trisila TNI AL,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda