AWPI Gelar Aksi Damai Dukung Upaya Kapolda Sumsel Larang Pemutaran Musik Remix

20

PALEMBANG, BERITAANDA – Di wilayah Sumsel masih ditemukan hiburan musik remix pada saat acara hajatan, baik disiang hari maupun waktu malam hari.

Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya telah terjadi tiga kali kejadian meninggalnya seorang diduga overdosis karena mengonsumsi narkoba saat menikmati musik remix. Seperti di Kabupaten Banyuasin pada bulan Februari 2024, dimana seorang perempuan diketahui bernama Riska meninggal dunia akibat overdosis.

Lalu kejadian serupa terjadi kembali pada bulan Mei tahun 2024 di Kabupaten Muratara dan OKI, yang juga berakibat meninggalnya seorang laki-laki diduga overdosis saat menikmati hiburan house musik di pesta hajatan tersebut.

Dalam acara orgen tunggal, hiburan masyarakat yang menyajikan musik remix ini rentan dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan peredaran narkoba dan minuman keras. Orgen tunggal dengan musik remix juga bisa menimbulkan pertikaian yang mengakibatkan meninggal dunia.

Namun, pelarangan tersebut hanya terhadap pilihan musik atau lagunya saja, contohnya musik remix atau house musik. Bukan untuk keberadaan hiburan orgen tunggal atau sejenisnya.

Peran serta dari insan media juga dirasa sangat penting dalam mensosialisasikan imbauan dan kebijakan pelarangan yang telah diterapkan oleh pemerintah, baik penyebaran di media online, media cetak maupun di media sosial, sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dan ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat guna menciptakan masyarakat yang kondusif di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Menyikapi akan hal ini, sejumlah awak media yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Sumsel menggelar aksi damai mendukung upaya Kapolda Sumsel Irjen Pol A. Rachman Wibowo melarang keras masyarakat untuk memutar musik remix atau house musik pada saat pesta rakyat atau hajatan.

Aksi damai ini digelar diempat titik lokasi, yakni bundaran air mancur, simpang DPRD Provinsi Sumsel, simpang lampu merah Demang Lebar Daun, dan simpang lampu merah Jakabaring, Rabu (22/5/2024).

Dalam gelaran aksinya, Jhoni Antoni selaku Wakil Ketua AWPI Sumsel mengatakan, aksi damai ini sebagai wujud dukungan kepada Kapolda dalam upaya melarang masyarakat Sumatera Selatan pada umumnya dan Palembang khususnya, untuk memutar musik remix atau house musik saat pesta rakyat atau hajatan.

“Kami dari AWPI Sumsel sangat mengapresiasi serta memberikan dukungan penuh kepada Bapak Kapolda Sumsel yang telah berupaya memberikan larangan ini,” ucap Jhoni.

“Kami berharap kepada masyarakat agar dapat bekerja sama dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau melihat adanya hiburan orgen tunggal dengan memutar musik remix, segera laporkan ke nomor WhatsApp (WA) bantuan polisi Polda Sumsel 0813-70002-110, sehingga dapat segera ditindak lanjuti,” tutupnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda