Awasi Orang Asing, Timpora Resmi Dibentuk di Palu

0

PALU-SULTENG, BERITAANDA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tengah, Juliasman Purba, dalam acara pembentukan dan rapat koordinasi tim pengawas orang asing (timpora) Kecamatan Palu Utara dan Ulujadi di Hotel Palu Golden, Rabu (29/8/2018) mengharapkan, pengawasan orang asing di Kota Palu, khususnya Kecamatan Palu Utara dan Ulujadi bukan hanya menjadi tugas dari pihak imigrasi, dalam hal ini Kemenkumham, tetapi semua pihak, termasuk masyarakat.

“Saya menekankan beberapa hal bahwa anggota timpora Kecamatan Palu Utara dan Ulujadi ini dibentuk dan dalam tugasnya memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi terkait mengenai hal yang berkaitan dengan pengawasan orang asing,” Kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, Juliasman Purba.

Menurutnya, amanat keanggotaan timpora adalah atas dasar kepercayaan dan kehormatan untuk siap memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dapat dipertanggung jawabkan.

Selain itu, pembentukkan timpora ini telah mewujudkan salah satu program nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yaitu menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas I Palu Suparman menekankan pentingnya sinergi antar komponen timpora dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga penegakan hukum berkeadilan bisa terlaksana dengan baik tanpa merugikan pihak tertentu.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 Wita itu dihadiri Kepala Bidang Inteldak, Insarkom Keimigrasian Sulteng, Halim Marpul Namsyah serta para undangan yang tergabung dalam timpora diantaranya, Camat Palu Utara, Camat Ulujadi, Kapolsek Palu Utara, Kapolsek Palu Barat, Danramil 1306-07, Danramil 1306-01 dan para lurah se-Kecamatan Palu Utara dan Ulujadi.

Sebelumnya, Ketua Tim Pora Kecamatan yang juga Kasi Wasdakim, Sunaryo menjelaskan, setelah terbentuknya timpora di wilayah kerja Imigrasi Kelas I Palu, pihaknya telah menindak beberapa orang asing yang melanggar aturan, diantaranya di Kabupaten Parigimoutong.

Menurut Sunaryo, sebelum dibentukan timpora di tingkat kecamatan, secara statistik dilakukan peninjauan keberadaan dan kegiatan orang asing.

“Misalnya, selama tahun 2017 secara statistik di Kabupaten Buol, keberadaan orang asing hanya 4 orang dan Tolitoli ada 5 orang asing, Parigimoutong 12 orang asing, dan Donggala 6 serta Kota Palu berkisar 160 orang asing. Dengan data itu maka yang prioritas pembentukan timpora yakni Kota Palu,” pungkas dia. (RANUR)

Bagaimana Menurut Anda