Arkeolog Apresiasi Upaya Pemkab dan Polres OKI Antisipasi Kerawan Sosial di Lokasi Penemuan Benda Bersejarah

84

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Tim Arkeologi yang terdiri dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan serta Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbagsel mengapresiasi upaya sigap pemerintah daerah dan Polres OKI dalam mengantisipasi kerawanan sosial di lokasi ditemukannya benda-benda yang diduga cagar budaya dalam Kecamatan Cengal.

“Kami apresiasi upaya sigap Pak Bupati dan Kapolres untuk mengantisipasi kerawanan di lokasi tersebut, bahkan Kapolres turun langsung ke lokasi sebelum kami,” tegas Budi Wiyana selaku Kepala Balai Arkeologi Sumsel di kantor Bupati OKI, Rabu (9/10/2019).

Budi mengungkap, tidak mudah untuk menyebutkan benda-benda yang ditemukan warga dibeberapa lokasi dalam Kecamatan Cengal sebagai cagar budaya atah harta karun.

“Jadi kalau penyebutannya harta karun, maka konotasinya barang yang perlu dicari. Kami peneliti sangat berhati-hati dalam penyebutan itu,” tukasnya.

Sementara, peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel Ignatius Suharno, menyarankan penguatan dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi penemuan.

“Langkah yang dilakukan oleh Polsek dan Polres berupa himbauan dampak hukum pencarian atau pengerusakan lokasi yang diduga cagar budaya, sangat edukasi dan penyadaran kepada masyarakat juga sangat penting,” jelas Suharno.

Sebelumnya, Bupati OKI H. Iskandar, SE menghimbau warganya untuk tidak melakukan penggalian massal serta melaporkan setiap penemuan benda diduga cagar budaya di Kecamatan Cengal Kabupaten OKI itu.

Iskandar menjelaskan, berdasarkan undang-undang, setiap orang wajib melaporkan jika menemukan benda-benda yang bisa dikategorikan sebagai benda cagar budaya. “Karena itu kami meminta supaya dilaporkan, kalau ada penemuan,” kata Iskandar, Sabtu (6/10/2019) lalu.

Kapolres OKI AKBP Dony Eka Saputra yang turun langsung ke lokasi juga menghimbau warga tidak tergoda untuk melakukan pencarian.

“Nanti sudah keluarkan uang ternyata tidak ada, ini bisa berakibat adanya gesekan antara warga lokal dan pendatang,” ujar Kapolres.

Apalagi jika warga berbondong-bondong datang, tambahnya, akan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

“Seperti menyatroni rumah yang kosong akibat warga berbondong-bondong ke lokasi pencarian,” tuturnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda