Agil Syahputra, Anggota Paskibraka Yatim Piatu yang Bercita-cita Jadi TNI

188

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Agil Syahputra (18) yang tercatat sebagai warga Dusun I Desa Sei Jenggi Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari SMA Alwasliyah 12 Kelurahan Batang Terap Perbaungan ini, bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Endri Subandi (41) dan Indah Harianti (38) selaku orang tua angkat yang mengasuh Agil Syahputra sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) mengatakan, bahwa Agil saat menginjakkan kakinya di SMP bercita-cita ingin menjadi TNI.

“Disamping itu, Agil anaknya disiplin. Sementara para pembinanya menyebutkan, Agil tak pernah mengeluh serta merasa capek,” ungkap Endri Subandi, Jumat (16/8/2019).

Misroh selaku Kepala Desa (Kades) Sukajadi Kecamatan Perbaungan saat menghadiri upacara pelepasan Tim Paskibraka Kecamatan Perbaungan, saat berbincang-bincang dengan Camat Drs. Benny Saragih pada hari Kamis (15/8/2019) kemarin, sangat terharu mendengar kisah Agil Syahputra.

Di akhir acara pengukuhan tersebut, ia melihat Agil Syahputra meneteskan air mata saat para anggota Paskibraka berfoto-foto bersama kedua orang tuanya, namun dia hanya menangis menyaksikan moment tersebut.

“Meskipun kedua orang tuanya telah tiada, tapi tekad Agil untuk menjadi anggota pengibar sang saka merah putih tersebut tak pernah surut. Alhamdulillah, cita-citanya dikabulkan oleh Allah SWT. Sehingga, di tahun 2019, terpilih menjadi salah seorang anggota Paskibraka di Kecamatan Perbaungan,” kata dia.

Anak bungsu dari enam bersaudara ini merasa bangga karena bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka. Meskipun untuk menjadi anggota Paskibraka tidak mudah, dimana harus dilatih keras sekitar dua bulan oleh pelatih dan pembina. Namun, rasa lelah selama dua bulan tersebut terbayar demi memperingati kemerdekaan RI yang ke-74.

Agil Syahputra juga mengatakan, bahwa rasa senang bercampur sedih di saat acara pengukuhan tersebut.”Karena kedua orang tua tidak bisa melihat saya yang telah terpilih menjadi anggota Paskibraka,” tuturnya sambil berlinang air mata.

Selama menjalankan latihan banyak kisah yang didapat, dan pasca upacara rasa sedih kembali menyelimutinya, karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama dua bulan selalu bersama. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda