3.200 CPNS yang Melamar di OKI Lulus Administrasi

0
Ilustrasi

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Sebanyak 3.200 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang melamar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dinyatakan lulus pada tahap seleksi administrasi. Sedangkan pelamar yang dinyatakan gagal pada tahap ini hanya sebanyak 70 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten OKI Herry Susanto S.Sos didampingi Kabid Pengadaan Pegawai BKD OKI Ika Anggraini mengatakan, para peserta yang dinyatakan lulus ini selanjutnya untuk melihat informasi status kelulusan di website pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id.

“Jadi untuk mengetahui status kelulusan silahkan cek, dengan menggunakan user name dan password yang telah dibuat. Tapi untuk kartu ujian memang belum bisa dicetak karena biasanya sehari setelah pengumuman baru bisa dicetak,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).

Menurut Herry, 70 peserta yang gagal pada seleksi berkas tersebut dikarenakan beberapa faktor, diantaranya ketidaksesuaian program studi yang diminta.

“Misal yang kita minta PGSD tapi ijazahnya PGMI, itu sudah berbeda. Ada juga yang lampiran berkas yang kurang,” ungkapnya.

“Untuk waktu dan tempat tes, kita masih melakukan koordinasi dengan BKN. Kemungkinan tempatnya di Palembang,” lanjutnya.

Terkait pengumuman kelulusan yang baru dikeluarkan hari ini, Ika Anggrai menambahkan, sebenarnya pihak BKD telah selesai melakukan seleksi beberapa hari lalu. Akan tetapi pihaknya melakukan ferivikasi ulang untuk meminimalisir kesalahan seleksi sehingga keputusan peserta yang lulus seleksi administrasi baru diputuskan Senin (22/10/2018) malam.

“Kalau kendala paling rentan itu masalah jaringan, kadang lamban kadang ter-log out sendiri sehingga harus login ulang. Kalau mengenai file corrupt kemarin sempat ada, tapi sudah diinformasikan kepada peserta dan sudah diperbaiki,” terangnya.

Sementara itu, dari 3.270 pelamar yang mendaftar, Ika mengungkapkan, masih ada formasi yang kosong seperti pada formasi disabilitas dan formasi cumlaude dan dokter spesialis.

“Tapi tidak seluruh formasi dokter spesialis ini kosong. Begitu juga pada formasi cumlaude, awalnya ada yang daftar tapi yang dicantumkan bukan ijazah melainkan surat keterangan lulus,” tuturnya.

Terkait formasi K2, lanjut Ika, di Kabupaten OKI terdapat 16 formasi, akan tetapi yang mendaftar hanya sembilan orang.

“Untuk kendalanya secara pasti kita belum tahu kenapa, tapi kemungkinan karena faktor usia, dan juga syarat pendidikan,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda